Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat terkait rencana pembukaan rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan dilaksanakan melalui masing-masing kementerian.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima arahan teknis secara rinci, khususnya terkait alokasi kebutuhan pegawai di daerah.
Menurutnya, proses pendataan dan pengusulan kebutuhan ASN akan dikoordinasikan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Samarinda.
“Kalau terkait penambahan pegawai itu kebijakan dari pusat. Nanti kita berkoordinasi dengan BKPSDM yang akan menindaklanjuti sesuai kebutuhan di daerah,” ujarnya, Jum’at 27 Maret 2026.
Ia menjelaskan, untuk sektor olahraga, pihaknya masih menunggu kepastian apakah akan ada nomenklatur atau formasi khusus seperti kebijakan sebelumnya yang memberikan ruang bagi atlet berprestasi untuk menjadi bagian dari ASN.
Namun demikian, bentuk apresiasi terhadap atlet tidak hanya melalui jalur ASN. Pemerintah pusat juga memberikan penghargaan melalui institusi lain, salah satunya dengan mengangkat atlet berprestasi menjadi perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Muslimin menyebutkan, terdapat tiga atlet asal Samarinda yang memperoleh penghargaan tersebut setelah menorehkan prestasi di ajang internasional.
“Ini menjadi kebanggaan bagi kita. Ada tiga atlet Samarinda yang diangkat menjadi perwira TNI atas prestasi yang mereka raih,” jelasnya.
Ketiga atlet tersebut yakni Muhammad Iriansyah dari cabang olahraga kabaddi, serta Ashar Ramadhani dan Zainal Abidin dari cabang gulat. Mereka dinilai berhasil mengharumkan nama daerah melalui capaian di tingkat internasional.
Salah satu dari mereka bahkan merupakan pegawai di lingkungan Disporapar Samarinda yang kini resmi menyandang pangkat perwira TNI.
Menurut Muslimin, capaian tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras atlet, tetapi juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga.
Ia menilai perhatian pemerintah terhadap atlet berprestasi merupakan langkah positif yang perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Kita sangat mengapresiasi kebijakan ini. Harapannya ke depan perhatian terhadap atlet bisa terus berlanjut, baik melalui jalur ASN maupun institusi lainnya seperti TNI dan Polri,” tegasnya.
Penghargaan tersebut menunjukkan bahwa prestasi olahraga memiliki nilai strategis, tidak hanya bagi individu atlet, tetapi juga bagi daerah dan negara.
Dengan adanya apresiasi yang nyata, diharapkan semakin banyak atlet yang termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam berbagai ajang kompetisi.
“Ini menjadi dorongan bagi atlet kita untuk terus berjuang dan menunjukkan prestasi terbaik,” katanya.
Pemkot Samarinda berharap kebijakan pemerintah pusat terkait rekrutmen ASN nantinya dapat membuka peluang lebih luas, termasuk bagi talenta muda berprestasi di berbagai bidang, khususnya olahraga.
“Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pengembangan sumber daya manusia, termasuk atlet, diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan,” tandasnya.
