Insitekaltim, Samarinda – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda mendorong penguatan sistem aplikasi pendidikan agar lebih stabil, ramah pengguna, serta mampu mencegah terjadinya kesalahan data di masa mendatang.
Hal ini disampaikan Kepala Disdikbud Kota Samarinda Asli Nuryadin saat menanggapi kendala teknis yang sempat terjadi dalam penggunaan aplikasi pendidikan yang digunakan oleh tenaga pendidik di sekolah.
Menurutnya, pihaknya akan memberikan masukan kepada penyedia sistem agar aplikasi yang digunakan dapat memiliki sistem perlindungan yang lebih baik, khususnya dalam hal pendataan guru maupun jabatan di sekolah.
“Nanti sama seperti aplikasi yang lain, bisa saja aplikasinya nasional juga, yang penting kita ingin supaya dia user friendly dan sistemnya kuat. Jadi nanti itu menjadi masukan kepada penyedia sistem agar bisa lebih terproteksi,” ujar Asli, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, salah satu contoh yang perlu diperbaiki adalah sistem pendataan guru yang mengajar di lebih dari satu sekolah atau kepala sekolah yang merangkap jabatan. Menurutnya, data tersebut seharusnya dapat terkunci pada satu sekolah utama sehingga tidak menimbulkan kesalahan administrasi.
“Kalau guru itu di dua sekolah, harusnya satu saja yang dipatenkan dulu. Misalnya kepala sekolah yang merangkap, itu nanti dipastikan dulu di satu sekolah agar datanya tidak tumpang tindih,” jelasnya.
Selain faktor sistem, Asli juga menyoroti persoalan jaringan internet yang kerap memengaruhi kinerja aplikasi pendidikan.
Ia mencontohkan, pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berskala nasional sebelumnya sempat mengalami kendala akibat jaringan yang lambat.
“Tes kemampuan akademik saja kemarin sempat digeser ke hari lain karena jaringannya lelet. Padahal itu ujian berskala nasional. Jadi kita tentu berharap ke depan jaringan bisa lebih stabil,” katanya.
Meski demikian, kendala jaringan tidak boleh dijadikan alasan pribadi jika sistem berjalan normal di tempat lain.
“Kalau jaringannya bagus dan teman-teman yang lain normal, kenapa dia tidak? Itu juga harus kita klarifikasi. Jadi jangan sampai jaringan dijadikan alasan pembenaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, saat ini berbagai aktivitas masyarakat sangat bergantung pada jaringan internet, mulai dari transaksi keuangan hingga layanan administrasi pendidikan. Oleh karena itu, stabilitas jaringan menjadi hal penting dalam mendukung digitalisasi layanan publik.
“Sekarang hampir semua aktivitas kita sudah bergantung pada jaringan, mulai dari beli tiket, belanja online, sampai transfer uang. Termasuk juga sistem pendidikan seperti absensi dan aplikasi lainnya,” ujarnya.
Ia pun berharap ke depannya kualitas jaringan internet dapat semakin kuat sehingga sistem digital di sektor pendidikan dapat berjalan optimal dan meminimalkan adanya kendala teknis.
“Yang paling penting mudah-mudahan jaringan kita bisa lebih stabil dan lebih kuat. Itu yang menjadi harapan kita agar sistem yang sudah berbasis digital ini bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.
