Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    Juli 16, 2026

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Daerah»RSUD Taman Husada Bontang, Berikan Penanganan Maksimal Untuk Triple Z
    Daerah

    RSUD Taman Husada Bontang, Berikan Penanganan Maksimal Untuk Triple Z

    MartinusBy MartinusOktober 15, 201902 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Romi Ali Darmawan- Editor. : Redaksi

    Insitekaltim, Bontang- Triple Z, Zhafran, Zhifran, dan Zhufran, bayi kembar tiga milik pasangan Sugiarto (36) dan Ika Purwati (27), kini masih dirawat terpisah dengan ibunya.

    Ketiganya ditempatkan di ruang perawatan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Taman Husada Bontang.Ruang Perawatan NICU sendiri dikhususkan untuk bayi prematur, bayi dengan berat lahir rendah atau bayi berat lahir sangat rendah.

    Foto : triple Z dirawat intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Taman Husada Bontang

    Seperti yang diwartakan insitekaltim.com sebelumnya, Triple Z lahir dengan usia kandungan hanya 8 bulan setengah, dan juga dengan bobot yang rendah.

    Sang kakak berbobot 1955 gram, adik pertama dengan berat 1730 gram, dan yang paling akhir lahir dengan berat 1820 gram.Sementara berat normal bayi yang baru lahir berkisar 2,5 – 4,5 Kg.

    Ketiganya pun harus dirawat intensif diruang NICU, ditempatkan terpisah dari sang ibu.

    “Kalo bayi karena berat lahirnya rendah, makanya kita masih tempatkan di ruang incubator, atau di ruang NICU, karena beratnya dibawah 2000 gram jadi kita harus rawat disitu”

    Jelas dr. Siti Aisyatur Ridha, selaku kepala instalasi rawat inap, RSUD Bontang, saat ditemui, Selasa (15/10/2019).


    Foto :dr. Siti Aisyatur Ridha, sebelah kanan berfoto bersama dengan pasien

    Lebih lanjut, dr. Siti Aisyatur Ridha menjelaskan ,ruang NICU di RSUD Taman Husasa Bontang sendiri memiliki 6 bed inkubator, yang nantinya akan dikembangkan dengan tambahan ruangan.

    Triple Z sendiri, menggunakan 3 bed inkubator yang dibantu dengan alat bantu oksigen.

    Namun, dr. Siti Aisyatur Ridha menambahkan, dalam dua hari ini ketiganya sudah bisa dirawat gabung dengan ibunya.

    “Kalo bukan hari ini atau besok, kita akan lepas alat bantu oksigen, kemungkinan lusa sudah bisa rawat gabung dengan ibunya, tentu hal itu harus di pertimbangkan dari kondisi bayi itu sendiri” tambahnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Jejak Laut Purba di Tangga Bidadari Jadi Modal Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

    Juli 7, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026

    Kolaborasi Tiga Kekuatan: Jurus Baru Cetak Talenta Siap Kerja dan Siap Cipta Lapangan Kerja

    Mei 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    BPS: Kaltim Perlu Perkuat Mitigasi Pasokan untuk Jaga Stabilitas Harga

    R’syaJuli 16, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur (Kaltim) Mas’ud Rifai menilai penguatan…

    Distribusi LPG Dinilai Lebih Tepat Dikelola Koperasi Merah Putih Ketimbang Bisnis Ritel

    Juli 16, 2026

    Rehabilitasi Sosial Terhadap Anjal dan Gepeng Menyisakan Kendala Karena Sebagian Kembali Turun ke Jalan

    Juli 16, 2026

    Tumpang Tindih Kewenangan, Pesantren Berbasis Sekolah Formal Butuh Sinkronisasi Kebijakan Pendidikan

    Juli 16, 2026

    Perkuat Deteksi Dini, Dinkes Samarinda Catat Hingga Mei 2026, Sudah 29 Kematian Akibat AIDS

    Juli 16, 2026
    1 2 3 … 3,218 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.