Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Mobilitas Warga Samarinda Tersandera Minimnya Pilihan Transportasi Publik

    Juni 21, 2026

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek
    Pemkot Samarinda

    Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat memberikan keterangan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan hingga saat ini belum terdapat kasus positif campak di Kota Samarinda, meskipun terdapat puluhan kasus yang masih berstatus suspek (diduga).

    Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, sampel dari kasus suspek tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memastikan hasil diagnosis secara pasti.

    “Yang kemarin itu masih suspek dan sampelnya harus dikirim ke laboratorium di Kalsel untuk pemeriksaannya,” ujar Ismed, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat sekitar 62 kasus yang masih berstatus suspek campak. Namun demikian pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus tersebut positif atau tidak sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

    Ismed menilai kondisi di Samarinda masih relatif aman karena capaian imunisasi campak di daerah tersebut tergolong tinggi.

    Menurutnya, tingginya cakupan imunisasi tersebut telah membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat sehingga potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

    “Karena vaksin campak di Samarinda capaian imunisasinya cukup bagus, jadi sudah ada kekebalan komunal seperti yang terjadi pada vaksinasi Covid-19 dulu,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan, kasus campak biasanya akan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila terjadi peningkatan kasus secara terus-menerus selama beberapa tahun.

    Namun untuk kondisi di Samarinda saat ini, pihaknya menilai situasi masih dalam tahap kewaspadaan dan belum mengarah pada kondisi tersebut.

    Selain itu, Dinkes Samarinda juga telah mengeluarkan surat edaran kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kasus campak.

    Karena itu mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia bayi dan usia sekolah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

    “Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, karena campak bisa dicegah dengan imunisasi,” pungkasnya.

     

    Campak Dinkes Samarinda Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Fokus Utama Layanan Pemda, HIV Masih Jadi Tantangan Kesehatan, Samarinda Catat 492 Kasus Sepanjang 2025

    Juni 19, 2026

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    Bangkit dari Abu, Wajah Baru Pasar Segiri Siap Sambut Pedagang Kembali

    Mei 4, 2026

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Pengalihan 49 Ribu Peserta JKN, Dinkes Samarinda Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

    April 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Mobilitas Warga Samarinda Tersandera Minimnya Pilihan Transportasi Publik

    R’syaJuni 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pagi baru saja dimulai ketika arus kendaraan memenuhi jalan-jalan utama di Samarinda.…

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    Juni 20, 2026
    1 2 3 … 3,158 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.