Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Mei 1, 2026

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek
    Pemkot Samarinda

    Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat memberikan keterangan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan hingga saat ini belum terdapat kasus positif campak di Kota Samarinda, meskipun terdapat puluhan kasus yang masih berstatus suspek (diduga).

    Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, sampel dari kasus suspek tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memastikan hasil diagnosis secara pasti.

    “Yang kemarin itu masih suspek dan sampelnya harus dikirim ke laboratorium di Kalsel untuk pemeriksaannya,” ujar Ismed, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat sekitar 62 kasus yang masih berstatus suspek campak. Namun demikian pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus tersebut positif atau tidak sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

    Ismed menilai kondisi di Samarinda masih relatif aman karena capaian imunisasi campak di daerah tersebut tergolong tinggi.

    Menurutnya, tingginya cakupan imunisasi tersebut telah membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat sehingga potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

    “Karena vaksin campak di Samarinda capaian imunisasinya cukup bagus, jadi sudah ada kekebalan komunal seperti yang terjadi pada vaksinasi Covid-19 dulu,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan, kasus campak biasanya akan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila terjadi peningkatan kasus secara terus-menerus selama beberapa tahun.

    Namun untuk kondisi di Samarinda saat ini, pihaknya menilai situasi masih dalam tahap kewaspadaan dan belum mengarah pada kondisi tersebut.

    Selain itu, Dinkes Samarinda juga telah mengeluarkan surat edaran kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kasus campak.

    Karena itu mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia bayi dan usia sekolah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

    “Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, karena campak bisa dicegah dengan imunisasi,” pungkasnya.

     

    Campak Dinkes Samarinda Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Kasus HIV dan TBC Meningkat, Dinkes Samarinda Tegaskan Fokus pada Deteksi Dini

    April 15, 2026

    Pengalihan 49 Ribu Peserta JKN, Dinkes Samarinda Pastikan Pelayanan Tetap Jalan

    April 15, 2026

    Labkesda Samarinda Terbaik Se-Indonesia, Puskesmas BLUD Dominasi Layanan Publik

    April 15, 2026

    28 BLUD Kesehatan Terbentuk, Dinkes Samarinda Perkuat Layanan Publik

    April 15, 2026

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Ratu ArifanzaMei 1, 2026

    Insitekaltim, Bandar Lampung – Kolaborasi tiga organisasi perusahaan media yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers…

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026
    1 2 3 … 3,084 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.