Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Oktober 10, 2026

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek
    Pemkot Samarinda

    Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat memberikan keterangan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan hingga saat ini belum terdapat kasus positif campak di Kota Samarinda, meskipun terdapat puluhan kasus yang masih berstatus suspek (diduga).

    Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, sampel dari kasus suspek tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memastikan hasil diagnosis secara pasti.

    “Yang kemarin itu masih suspek dan sampelnya harus dikirim ke laboratorium di Kalsel untuk pemeriksaannya,” ujar Ismed, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat sekitar 62 kasus yang masih berstatus suspek campak. Namun demikian pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus tersebut positif atau tidak sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

    Ismed menilai kondisi di Samarinda masih relatif aman karena capaian imunisasi campak di daerah tersebut tergolong tinggi.

    Menurutnya, tingginya cakupan imunisasi tersebut telah membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat sehingga potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

    “Karena vaksin campak di Samarinda capaian imunisasinya cukup bagus, jadi sudah ada kekebalan komunal seperti yang terjadi pada vaksinasi Covid-19 dulu,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan, kasus campak biasanya akan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila terjadi peningkatan kasus secara terus-menerus selama beberapa tahun.

    Namun untuk kondisi di Samarinda saat ini, pihaknya menilai situasi masih dalam tahap kewaspadaan dan belum mengarah pada kondisi tersebut.

    Selain itu, Dinkes Samarinda juga telah mengeluarkan surat edaran kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kasus campak.

    Karena itu mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia bayi dan usia sekolah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

    “Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, karena campak bisa dicegah dengan imunisasi,” pungkasnya.

     

    Campak Dinkes Samarinda Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    ISPU Samarinda Membaik, Sekolah Kembali Tatap Muka Mulai Senin

    September 19, 2026

    Perdana Ikuti Penilaian Kota Pangan Aman, Dinkes Sebut Jadi Ajang Evaluasi

    Juli 27, 2026

    Aktif Jalani Pengobatan HIV, Masih 2.211 Orang Penderita di Samarinda

    Juli 24, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Intensitas Skrining HIV Mampu Jaring Penderita Risiko Tinggi

    Juli 18, 2026

    Kadinkes Samarinda Ajak Masyarakat Hapus Stigma Negatif terhadap ODHIV

    Juli 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Helmi Dorong Penguatan Ekonomi Non-Tambang, Imbau Warga Samarinda Waspadai Kebakaran

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah menilai pengembangan sektor ekonomi non-tambang perlu…

    PKS Kaltim Buka Rumah Advokasi Hukum Gratis, Sasar Masyarakat Tidak Mampu

    Oktober 10, 2026

    Wagub Kaltim Dorong Peningkatan PAD dari Sektor Energi, Soroti PI dan Antrean BBM

    Oktober 10, 2026

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.