Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Agustus 24, 2026

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek
    Pemkot Samarinda

    Dinkes Samarinda Pastikan Belum Ada Kasus Positif Campak, 62 Kasus Masih Berstatus Suspek

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 9, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinkes Kota Samarinda, Ismed Kusasih saat memberikan keterangan Pers (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda memastikan hingga saat ini belum terdapat kasus positif campak di Kota Samarinda, meskipun terdapat puluhan kasus yang masih berstatus suspek (diduga).

    Kepala Dinkes Kota Samarinda Ismed Kusasih mengatakan, sampel dari kasus suspek tersebut masih dalam proses pemeriksaan laboratorium di Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memastikan hasil diagnosis secara pasti.

    “Yang kemarin itu masih suspek dan sampelnya harus dikirim ke laboratorium di Kalsel untuk pemeriksaannya,” ujar Ismed, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan, hingga saat ini terdapat sekitar 62 kasus yang masih berstatus suspek campak. Namun demikian pihaknya belum dapat memastikan apakah kasus tersebut positif atau tidak sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

    Ismed menilai kondisi di Samarinda masih relatif aman karena capaian imunisasi campak di daerah tersebut tergolong tinggi.

    Menurutnya, tingginya cakupan imunisasi tersebut telah membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat sehingga potensi penyebaran penyakit dapat ditekan.

    “Karena vaksin campak di Samarinda capaian imunisasinya cukup bagus, jadi sudah ada kekebalan komunal seperti yang terjadi pada vaksinasi Covid-19 dulu,” jelasnya.

    Ia juga menambahkan, kasus campak biasanya akan dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) apabila terjadi peningkatan kasus secara terus-menerus selama beberapa tahun.

    Namun untuk kondisi di Samarinda saat ini, pihaknya menilai situasi masih dalam tahap kewaspadaan dan belum mengarah pada kondisi tersebut.

    Selain itu, Dinkes Samarinda juga telah mengeluarkan surat edaran kepada fasilitas kesehatan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya kasus campak.

    Karena itu mengimbau masyarakat, khususnya orang tua yang memiliki anak usia bayi dan usia sekolah untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

    “Yang paling penting adalah memastikan anak-anak mendapatkan vaksin sesuai jadwal, karena campak bisa dicegah dengan imunisasi,” pungkasnya.

     

    Campak Dinkes Samarinda Ismed Kusasih
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    Cuaca Panas Mengintai, Dinkes Samarinda Ingatkan Warga Waspadai Heatstroke

    Agustus 20, 2026

    Skirining Jadi Kekuatan Pemerintah Kota Samarinda Percepat Jaring Penderita HIV

    Agustus 14, 2026

    Capaian SPM HIV Samarinda Tembus 99,8 Persen, Dinkes Ungkap Rahasianya

    Agustus 13, 2026

    DORAMI Kumpulkan 300 Kantong Darah, Kejar Target 500 Kantong per Bulan

    Agustus 13, 2026

    Skirining Serta Menjamin Ketersediaan Obat TBC dan HIV, Upaya Pemerintah Tekan Penyaku Menukae

    Agustus 13, 2026

    Bulan Vitamin A, Dinkes Samarinda Sasar Sekitar 54 Ribu Bayi dan Balita

    Agustus 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DPRD Kaltim Bidik Mall Lembuswana Jadi Mesin PAD Terbesar

    Ratu ArifanzaAgustus 24, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mendorong Mall Lembuswana Samarinda dapat menjadi salah satu…

    Teras Samarinda Segmen 2-4 Siap Diresmikan, Pemkot Masih Benahi Sejumlah Bagian

    Agustus 24, 2026

    32 Ibu dan 301 Bayi Meninggal, Kaltim Soroti Koordinasi Rujukan Antarwilayah

    Agustus 24, 2026

    Kemenpora: Partisipasi Olahraga Jadi Kunci Lahirkan Atlet Disabilitas Berprestasi

    Agustus 24, 2026

    Pemadaman Listrik Berulang, Abdul Rohim Desak PLN Beri Kompensasi Warga Samarinda

    Agustus 24, 2026
    1 2 3 … 3,295 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.