Insitekaltim, Samarinda — Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda Ayatullah Khumaini berharap medali-medali prestasi milik anaknya, Keandra Yafi Ardana yang hilang akibat pencurian dapat dikembalikan. Pasalnya, medali tersebut merupakan hasil perjuangan panjang sang anak dalam menekuni olahraga taekwondo.
Ayatullah menjelaskan, medali yang hilang merupakan kumpulan penghargaan dari berbagai kejuaraan taekwondo yang diikuti Keandra sejak 2019. Kejuaraan tersebut meliputi tingkat kota, provinsi, hingga nasional.
Bahkan, beberapa medali diraih dari ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) serta kejuaraan internasional di Thailand, termasuk saat Keandra mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam pertandingan di Surabaya.
“Anak saya latihan dari 2019 sampai sekarang, ikut banyak pertandingan sampai akhirnya bisa mewakili Kaltim. Medali itu hasil dari proses panjang latihan berjam-jam, bahkan harus menahan makan untuk menurunkan berat badan,” ujar Ayatullah, Selasa, 13 Januari 2026.
Ia menuturkan, peristiwa kehilangan tersebut terjadi saat Keandra mengikuti kegiatan bazar di SMP Islamic Center Samarinda. Medali-medali itu sempat dibawa ke sekolah dan disimpan di dalam sebuah tote bag. Namun, pada waktu jam salat ketika kondisi sekolah relatif sepi, tas berisi medali tersebut diduga dicuri.
“Di kisaran jam salat itu ada yang mengambil. Dari hasil pengecekan CCTV terlihat ada sepeda motor yang mengambil tas berisi medali tersebut,” jelasnya.
Ayatullah menegaskan, secara materi medali-medali tersebut tidak memiliki nilai jual karena tidak terbuat dari emas murni. Namun, nilai sesungguhnya terletak pada proses, kerja keras, dan disiplin yang telah dijalani Keandra selama bertahun-tahun.
“Kalau secara harga mungkin tidak ada nilainya, bahkan kalau dijual pun belum tentu laku. Tapi proses mendapatkan medali itu yang paling berharga,” katanya.
Ia pun berharap pihak yang mengambil atau siapa pun yang menemukan medali tersebut dapat mengembalikannya. Ayatullah menegaskan bahwa keluarga tidak akan menempuh jalur hukum selama medali itu bisa kembali.
“Tujuan kami cuma satu, medali itu bisa kembali. Kami tidak akan menuntut apa pun. Kalau pun ada yang menemukan dan mengembalikan, kami siap memberikan kompensasi yang layak,” pungkasnya.
Menurut Ayatullah, hilangnya medali tersebut bukan sekadar kehilangan benda, melainkan berpotensi memengaruhi semangat sang anak yang selama ini telah berjuang keras dan berdisiplin dalam meraih prestasi di bidang olahraga.
