Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    Oktober 15, 2026

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan
    Samarinda

    Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan

    RidhoBy RidhoJanuari 13, 2026Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Petugas pengelola parkir, Nu’man
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penerapan sistem parkir non tunai (cashless) di kawasan Pasar Pagi Samarinda masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari persoalan teknis pembayaran hingga keterbatasan kapasitas parkir, khususnya untuk kendaraan roda empat.

    Sejak diberlakukan, pengunjung Pasar Pagi diwajibkan menggunakan metode pembayaran non tunai seperti QRIS maupun kartu elektronik (tap cash). Namun pada tahap awal implementasi, kebijakan ini sempat menuai polemik di masyarakat, terutama terkait besaran tarif parkir yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    Tarif yang terpasang di area parkir bukanlah tarif normal, melainkan tarif maksimal yang dikenakan kepada pengguna yang tidak menggunakan sistem pembayaran non tunai.

    “Tarif itu bukan tarif parkir yang berlaku umum, tetapi tarif maksimal bagi masyarakat yang masuk area parkir tanpa menggunakan QRIS atau kartu tap cash,” ujar Petugas Pengelola Parkir Nu’man, Selasa, 13 Januari 2026.

    Selain persoalan tarif, kendala teknis juga masih terjadi pada penggunaan kartu elektronik tertentu. Saat ini, kartu Brizzi belum dapat digunakan lantaran sistem dari pihak vendor dan jaringan PT terkait masih dalam proses pembaruan.

    Sementara itu, kartu Mandiri e-money dan BNI TapCash sudah dapat digunakan oleh pengunjung.

    “Kartu Brizzi memang belum bisa digunakan karena server dari vendornya belum tersedia. Saat ini masih dalam tahap pembaruan sistem,” jelasnya.

    Dari sisi pemahaman masyarakat, sebagian pengunjung juga dinilai belum sepenuhnya memahami mekanisme parkir cashless. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, mayoritas pengunjung mulai beralih menggunakan pembayaran non tunai karena pembayaran tunai langsung dikenakan tarif maksimal.

    Untuk kendaraan roda dua, tarif maksimal ditetapkan sebesar Rp10.000, sedangkan kendaraan roda empat sebesar Rp25.000.

    “Sejauh ini pengunjung lebih banyak menggunakan QRIS dan tap cash. Pembayaran tunai relatif sedikit karena langsung dikenakan tarif maksimal,” katanya.

    Kendala lain yang cukup menonjol adalah keterbatasan kapasitas parkir kendaraan roda empat. Pada hari libur, khususnya Minggu, lonjakan pengunjung menyebabkan area parkir mobil cepat penuh, meski tidak seluruh pedagang beroperasi.

    Apabila kapasitas parkir penuh, petugas mengarahkan pengunjung untuk memarkir kendaraan di area alternatif, yakni Masjid Raya Samarinda. Kebijakan tersebut bersifat sementara sambil menunggu solusi jangka panjang terkait penambahan atau penataan ulang kapasitas parkir.

    Sementara itu, untuk parkir kendaraan roda dua dinilai tidak mengalami kendala berarti. Area parkir sepeda motor masih mencukupi dan dapat menampung kendaraan, baik di lantai satu maupun lantai dua.

    “Untuk roda dua tidak ada masalah yang menjadi perhatian utama saat ini adalah parkir untuk roda empat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Pameran Di Balik Situs Angkat Memori Sejarah, Ruang Apresiasi Seni Kaltim Dinilai Masih Minim

    Oktober 12, 2026

    Tanggap Darurat Samarinda Diperpanjang hingga 19 Oktober, Karhutla Capai 643 Hektare

    Oktober 8, 2026

    Disnaker Samarinda Kembangkan Auto-Matching AK1 untuk Percepat Pencari Kerja Temukan Lowongan

    Oktober 7, 2026

    Dua Bulan Padamkan Karhutla, 15 Relawan Samarinda Mengeluh Sesak Napas

    Oktober 7, 2026

    Seluruh Buaya Muara di Taman Satwa Palaran Direlokasi, Kolam Kini Kosong

    Oktober 5, 2026

    Harga Pertamax Naik, Pekerja di Samarinda Kurangi Pulang ke Marangkayu

    Oktober 3, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekda Samarinda Ikuti Forum Nasional Pembangunan Hukum 2026, Perkuat Harmonisasi Regulasi Daerah

    SintaOktober 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda  – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mencermati arah kebijakan nasional dalam memperkuat tata…

    Rinda Wahyuni Apresiasi Inovasi DP2KB Samarinda, Program Kesehatan Tetap Berjalan Tanpa Anggaran

    Oktober 15, 2026

    Sekda Samarinda Tekankan Integritas di Bangku Sekolah

    Oktober 15, 2026

    Momok Antrean BBM, Andi Harun Minta Distribusi Diawasi

    Oktober 15, 2026

    Kasus ISPA Samarinda Tembus 36 Ribu

    Oktober 15, 2026
    1 2 3 … 3,387 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.