Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dua Bulan Pascakebakaran, Perbaikan Delapan Ruang Kelas SMPN 2 Samarinda Segera Dilelang

    Juni 12, 2026

    Sasar Pelajar SD, Program Gemarikan Tanamkan Pentingnya Konsumsi Ikan Sejak Dini

    Juni 12, 2026

    Dishub Bidik Optimalisasi PAD, Dorong Masyarakat Manfaat Program Parkir Berlangganan

    Juni 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan
    Samarinda

    Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan

    RidhoBy RidhoJanuari 13, 2026Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Petugas pengelola parkir, Nu’man
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penerapan sistem parkir non tunai (cashless) di kawasan Pasar Pagi Samarinda masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari persoalan teknis pembayaran hingga keterbatasan kapasitas parkir, khususnya untuk kendaraan roda empat.

    Sejak diberlakukan, pengunjung Pasar Pagi diwajibkan menggunakan metode pembayaran non tunai seperti QRIS maupun kartu elektronik (tap cash). Namun pada tahap awal implementasi, kebijakan ini sempat menuai polemik di masyarakat, terutama terkait besaran tarif parkir yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    Tarif yang terpasang di area parkir bukanlah tarif normal, melainkan tarif maksimal yang dikenakan kepada pengguna yang tidak menggunakan sistem pembayaran non tunai.

    “Tarif itu bukan tarif parkir yang berlaku umum, tetapi tarif maksimal bagi masyarakat yang masuk area parkir tanpa menggunakan QRIS atau kartu tap cash,” ujar Petugas Pengelola Parkir Nu’man, Selasa, 13 Januari 2026.

    Selain persoalan tarif, kendala teknis juga masih terjadi pada penggunaan kartu elektronik tertentu. Saat ini, kartu Brizzi belum dapat digunakan lantaran sistem dari pihak vendor dan jaringan PT terkait masih dalam proses pembaruan.

    Sementara itu, kartu Mandiri e-money dan BNI TapCash sudah dapat digunakan oleh pengunjung.

    “Kartu Brizzi memang belum bisa digunakan karena server dari vendornya belum tersedia. Saat ini masih dalam tahap pembaruan sistem,” jelasnya.

    Dari sisi pemahaman masyarakat, sebagian pengunjung juga dinilai belum sepenuhnya memahami mekanisme parkir cashless. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, mayoritas pengunjung mulai beralih menggunakan pembayaran non tunai karena pembayaran tunai langsung dikenakan tarif maksimal.

    Untuk kendaraan roda dua, tarif maksimal ditetapkan sebesar Rp10.000, sedangkan kendaraan roda empat sebesar Rp25.000.

    “Sejauh ini pengunjung lebih banyak menggunakan QRIS dan tap cash. Pembayaran tunai relatif sedikit karena langsung dikenakan tarif maksimal,” katanya.

    Kendala lain yang cukup menonjol adalah keterbatasan kapasitas parkir kendaraan roda empat. Pada hari libur, khususnya Minggu, lonjakan pengunjung menyebabkan area parkir mobil cepat penuh, meski tidak seluruh pedagang beroperasi.

    Apabila kapasitas parkir penuh, petugas mengarahkan pengunjung untuk memarkir kendaraan di area alternatif, yakni Masjid Raya Samarinda. Kebijakan tersebut bersifat sementara sambil menunggu solusi jangka panjang terkait penambahan atau penataan ulang kapasitas parkir.

    Sementara itu, untuk parkir kendaraan roda dua dinilai tidak mengalami kendala berarti. Area parkir sepeda motor masih mencukupi dan dapat menampung kendaraan, baik di lantai satu maupun lantai dua.

    “Untuk roda dua tidak ada masalah yang menjadi perhatian utama saat ini adalah parkir untuk roda empat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Setiap Hujan Deras, Siswa SDN 012 Samarinda Terpaksa Libur

    Juni 4, 2026

    Masih Berbelit, Pengusaha Minta Penyederhanaan Perizinan Reklame

    Juni 4, 2026

    Tak Semata Hafalan, Pancasila Jadi Pedoman Generasi Muda dalam Bersikap

    Juni 1, 2026

    DLH Masih Temukan Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Tiga Karung Jeroan Dievakuasi dari Karang Mumus

    Juni 1, 2026

    Di Balik Layar Ada Manusia, Dosen Ilkom Ingatkan Nilai Pancasila di Ruang Digital

    Juni 1, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dua Bulan Pascakebakaran, Perbaikan Delapan Ruang Kelas SMPN 2 Samarinda Segera Dilelang

    SittiJuni 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Dua bulan setelah kebakaran menghanguskan delapan ruang kelas SMP Negeri 2 Samarinda,…

    Sasar Pelajar SD, Program Gemarikan Tanamkan Pentingnya Konsumsi Ikan Sejak Dini

    Juni 12, 2026

    Dishub Bidik Optimalisasi PAD, Dorong Masyarakat Manfaat Program Parkir Berlangganan

    Juni 12, 2026

    Sektor Tambang Dominasi PHK di Kaltim, 1.233 Pekerja Ajukan Klaim JKP Periode Januari-Mei 2026

    Juni 11, 2026

    Perlu Evaluasi, Fuad Minta Penerapan TKA Tak Hambat Siswa Lanjut Pendidikan

    Juni 11, 2026
    1 2 3 … 3,139 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.