Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    July 27, 2026

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan
    Samarinda

    Parkir Cashless di Pasar Pagi Samarinda Terkendala Teknis dan Keterbatasan Lahan

    RidhoBy RidhoJanuary 13, 2026Updated:February 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Petugas pengelola parkir, Nu’man
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Penerapan sistem parkir non tunai (cashless) di kawasan Pasar Pagi Samarinda masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari persoalan teknis pembayaran hingga keterbatasan kapasitas parkir, khususnya untuk kendaraan roda empat.

    Sejak diberlakukan, pengunjung Pasar Pagi diwajibkan menggunakan metode pembayaran non tunai seperti QRIS maupun kartu elektronik (tap cash). Namun pada tahap awal implementasi, kebijakan ini sempat menuai polemik di masyarakat, terutama terkait besaran tarif parkir yang ramai diperbincangkan di media sosial.

    Tarif yang terpasang di area parkir bukanlah tarif normal, melainkan tarif maksimal yang dikenakan kepada pengguna yang tidak menggunakan sistem pembayaran non tunai.

    “Tarif itu bukan tarif parkir yang berlaku umum, tetapi tarif maksimal bagi masyarakat yang masuk area parkir tanpa menggunakan QRIS atau kartu tap cash,” ujar Petugas Pengelola Parkir Nu’man, Selasa, 13 Januari 2026.

    Selain persoalan tarif, kendala teknis juga masih terjadi pada penggunaan kartu elektronik tertentu. Saat ini, kartu Brizzi belum dapat digunakan lantaran sistem dari pihak vendor dan jaringan PT terkait masih dalam proses pembaruan.

    Sementara itu, kartu Mandiri e-money dan BNI TapCash sudah dapat digunakan oleh pengunjung.

    “Kartu Brizzi memang belum bisa digunakan karena server dari vendornya belum tersedia. Saat ini masih dalam tahap pembaruan sistem,” jelasnya.

    Dari sisi pemahaman masyarakat, sebagian pengunjung juga dinilai belum sepenuhnya memahami mekanisme parkir cashless. Meski demikian, seiring berjalannya waktu, mayoritas pengunjung mulai beralih menggunakan pembayaran non tunai karena pembayaran tunai langsung dikenakan tarif maksimal.

    Untuk kendaraan roda dua, tarif maksimal ditetapkan sebesar Rp10.000, sedangkan kendaraan roda empat sebesar Rp25.000.

    “Sejauh ini pengunjung lebih banyak menggunakan QRIS dan tap cash. Pembayaran tunai relatif sedikit karena langsung dikenakan tarif maksimal,” katanya.

    Kendala lain yang cukup menonjol adalah keterbatasan kapasitas parkir kendaraan roda empat. Pada hari libur, khususnya Minggu, lonjakan pengunjung menyebabkan area parkir mobil cepat penuh, meski tidak seluruh pedagang beroperasi.

    Apabila kapasitas parkir penuh, petugas mengarahkan pengunjung untuk memarkir kendaraan di area alternatif, yakni Masjid Raya Samarinda. Kebijakan tersebut bersifat sementara sambil menunggu solusi jangka panjang terkait penambahan atau penataan ulang kapasitas parkir.

    Sementara itu, untuk parkir kendaraan roda dua dinilai tidak mengalami kendala berarti. Area parkir sepeda motor masih mencukupi dan dapat menampung kendaraan, baik di lantai satu maupun lantai dua.

    “Untuk roda dua tidak ada masalah yang menjadi perhatian utama saat ini adalah parkir untuk roda empat,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    July 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    July 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    July 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    July 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    July 14, 2026

    Gandeng Distributor Grosir, Bazar Sekolah Samarinda Ulu Permudah Wali Murid Penuhi Kebutuhan Sekolah

    July 10, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Pertumbuhan Ekonomi Samarinda Melambat ke 6,22 Persen

    Nur AjijahJuly 27, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda mencatat laju pertumbuhan ekonomi 2025, berada di…

    Pemprov Kaltim Pasang CCTV, Untuk Pantau Pencurian MCB dan Kabel di Jembatan Mahulu

    July 27, 2026

    Disdukcapil Kaltim Ingatkan Maraknya Modus Penipuan Berkedok Aktivasi IKD

    July 27, 2026

    Dua Wakil Indonesia Siap Bersaing di Srikandi Merdeka Cup 2026

    July 27, 2026

    BPBD Kaltim Gandeng Dunia Usaha Percepat Pemulihan Pascabencana

    July 27, 2026
    1 2 3 … 3,242 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.