Insitekaltim, Samarinda — Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan P Bendahara Gang Abu Bakar RT 01 Kelurahan Tenun Kecamatan Samarinda Seberang Kota Samarinda pada Kamis, 8 Januari 2026 dini hari.
Sedikitnya sembilan rumah warga hangus terbakar dalam peristiwa tersebut. Diketahui kebakaran terjadi sekitar pukul 02.20 Wita dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 Wita dengan waktu penanganan kurang lebih dua jam sepuluh menit.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari ITS-TRC dan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kota Samarinda, selain sembilan bangunan rumah tunggal, kebakaran juga menghanguskan tujuh unit sepeda motor. Sedikitnya 11 kepala keluarga atau sekitar 40 jiwa terdampak akibat insiden tersebut.
Dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa. Namun, sejumlah warga mengalami luka-luka. Satu orang dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap, tiga warga lainnya mengalami luka ringan, serta satu orang relawan mengalami cedera saat proses pemadaman berlangsung.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti dan titik awal api masih dalam penyelidikan tim investigasi bersama aparat kepolisian dan pihak terkait.
Proses pemadaman api mengalami sejumlah kendala, di antaranya akses jalan menuju lokasi yang sempit, padatnya permukiman warga, serta kondisi bangunan yang mayoritas berbahan kayu. Selain itu, banyaknya warga yang berada di sekitar lokasi kejadian juga sempat menghambat upaya pemadaman di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Keterbatasan akses membuat mobil pemadam berkapasitas besar tidak dapat langsung menjangkau titik api. Namun, kondisi tersebut terbantu oleh kesigapan relawan bermotor yang dilengkapi mesin pompa dan selang, sehingga api dapat dijinakkan dan tidak meluas ke rumah warga lainnya.
Dalam penanganan kebakaran ini, dikerahkan sebanyak 12 unit mobil tangki pemadam kebakaran milik Disdamkar Kota Samarinda dan pemadam swasta, serta 25 unit mesin pompa portabel milik relawan.
Pasca pemadaman, petugas dan relawan melakukan penyisiran dan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Warga yang terdampak sempat diminta mengungsi ke tempat yang lebih aman demi menghindari risiko lanjutan.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak, termasuk perhitungan kerugian material serta identifikasi kebutuhan mendesak para korban kebakaran.
