Insitekaltim, Samarinda — Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Timur (Kaltim) Arief Indra Kusuma Adhi menegaskan, pentingnya kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) dan aturan pelayaran guna menjaga keselamatan jembatan di sepanjang Sungai Mahakam.
Arief menyampaikan bahwa Kejaksaan memiliki peran strategis dalam melakukan pengawalan kebijakan pemerintah daerah (Pemda), khususnya yang berkaitan dengan perlindungan aset negara dan daerah.
Menurutnya, jembatan merupakan infrastruktur vital yang dampaknya sangat luas, mulai dari keselamatan masyarakat hingga kelancaran aktivitas ekonomi.
“Kalau kita bicara jembatan, ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi aset strategis negara dan daerah. Maka kepatuhan terhadap aturan dan SOP menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujar Arief dalam rapat, Rabu, 7 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang ada, sejak 2006 hingga 2025 telah terjadi belasan insiden tabrakan tongkang terhadap jembatan di kawasan Sungai Mahakam. Insiden-insiden tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan struktural, gangguan lingkungan, serta risiko keselamatan bagi pengguna jembatan.
“Jika kejadian seperti ini terus berulang, sementara notifikasi, larangan, dan aturan sudah disampaikan, maka unsur kesengajaan bisa terpenuhi. Ini tidak lagi bisa dilihat hanya sebagai kelalaian,” tegasnya.
Arief juga menyoroti pentingnya pengamanan dan pemeliharaan jembatan secara berkala, mengingat karakteristik jembatan di Kaltim yang berada di jalur sungai aktif dengan lalu lintas kapal yang tinggi.
Ia mendorong adanya pengaturan lalu lintas air yang lebih ketat, termasuk pembatasan jam lintasan kapal serta penataan area tunggu tongkang.
“Kita perlu pendekatan yang rehabilitatif dan antisipatif, namun tetap tegas. Negara tidak boleh kalah dalam menjaga asetnya,” katanya.
Ia menambahkan, Kejati Kaltim akan terus mengawal proses penyelesaian insiden ini agar berjalan transparan, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum.
“Sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang,” tutupnya.
