Insitekaltim, Samarinda – Pergantian Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda menempatkan keberlanjutan program pembinaan sebagai perhatian utama, terutama rehabilitasi bagi warga binaan yang selama ini berjalan rutin. Program tersebut dinilai harus tetap terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan.
Kepala Lapas sebelumnya, Jaka Prihatin mengatakan rehabilitasi mandiri yang dijalankan sejak awal tahun mampu menjangkau ratusan warga binaan setiap hari. Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari dukungan internal serta kerja sama dengan berbagai pihak.
Ia menilai kesinambungan program sangat penting agar proses pembinaan tidak terhenti di tengah pergantian jabatan.
“Program yang sudah berjalan ini harapannya bisa dilanjutkan, karena manfaatnya langsung dirasakan oleh warga binaan,” ujarnya, Sabtu 18 April 2026.
Jaka juga mengakui selama masa kepemimpinannya masih terdapat kekurangan. Ia sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama selama dirinya bertugas.
Sementara itu, Kepala Lapas yang baru Puang Dirham, menyatakan siap melanjutkan program yang telah berjalan. Namun, ia menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak agar pengelolaan lapas dapat berjalan optimal.
Menurutnya, pengelolaan lembaga pemasyarakatan tidak bisa hanya mengandalkan internal, tetapi membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah serta mitra pembinaan lainnya.
“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perlu dukungan dan kerja sama agar program yang ada bisa terus berjalan dan berkembang,” katanya.
Ia juga berharap adanya arahan dari jajaran pimpinan serta dukungan seluruh pemangku kepentingan di daerah agar pelaksanaan tugas ke depan lebih efektif.
Pergantian pimpinan di Lapas Narkotika Samarinda pun diharapkan bukan sekadar perubahan struktur, tetapi menjadi momentum menjaga stabilitas lembaga sekaligus memperkuat program pembinaan warga binaan.

