Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»DPRD Kaltim Desak Pemprov Masukkan Target Stunting di RPJMD
    DPRD Kaltim

    DPRD Kaltim Desak Pemprov Masukkan Target Stunting di RPJMD

    SittiBy SittiJuli 28, 2025Updated:Juli 28, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Panitia Khusus RPJMD DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Kalimantan Timur, mendorong Pemerintah Provinsi agar memasukkan target penurunan stunting secara tegas dalam dokumen perencanaan lima tahunan.  Isu stunting dinilai masih menjadi masalah serius yang membutuhkan arah kebijakan yang jelas dan terukur.

    Ketua Pansus RPJMD, Syarifatul Syadiah, menyebut bahwa stunting berkaitan langsung dengan masa depan generasi Kalimantan Timur. Intervensi terhadap masalah ini tidak cukup jika hanya ditangani secara sektoral dan jangka pendek.

    “Stunting harus masuk RPJMD. Ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia ke depan,” ucap Syarifatul dalam Rapat Paripurna ke-26 di Kantor DPRD Kaltim, Senin, 28 Juli 2025.

    Selain itu, ia mendorong adanya penguatan program, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga dukungan bagi keluarga berisiko stunting melalui tim pendamping di lapangan.

    Menurutnya, distribusi bantuan juga perlu disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat, bukan hanya berdasarkan anggaran rutin.

    Masalah stunting, lanjutnya, tidak bisa dilepaskan dari persoalan sanitasi, akses terhadap layanan kesehatan, hingga tingkat ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, pelibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, puskesmas, hingga kader masyarakat, menjadi penting untuk mempercepat penurunan angka prevalensi.

    “Bantuan saja tidak cukup kalau masyarakat tidak dilibatkan sejak awal,”ucapnya.

    Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat beberapa daerah di Kaltim masih mencatatkan prevalensi stunting di atas 20 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan selama ini belum cukup menyentuh akar persoalan.

    Pansus RPJMD juga mendorong agar target dan indikator penurunan stunting dalam RPJMD ditetapkan secara realistis namun progresif. Dengan begitu, pelaksanaan program bisa lebih terukur dan pengawasan lebih optimal.

    “Setiap rupiah yang dikeluarkan harus berdampak. Jangan sampai anggaran habis, tapi angka stunting tetap tinggi,” katanya.

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, bersama jajaran OPD, turut hadir dalam rapat paripurna tersebut. Pihak eksekutif menyambut baik masukan dari DPRD dan menyatakan kesiapan untuk memasukkan rekomendasi tersebut ke dalam RPJMD 2025–2029.

    Stunting saat ini menjadi isu strategis nasional, dengan target prevalensi turun di bawah 14 persen pada tahun 2027. DPRD Kaltim berharap pemerintah daerah tidak hanya mengikuti arahan pusat, tetapi juga menyusun strategi lokal berbasis data dan kondisi lapangan.

    “Kalau hari ini kita gagal mencegah stunting, maka kita sedang menciptakan masalah di masa depan. Pembangunan tidak akan berarti tanpa manusia yang sehat dan kuat,” tutup Syarifatul.

    Pansus RPJMD Syarifatul Syadiah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Evaluasi LKPj 2025, DPRD Samarinda Soroti PAD Belum Maksimal Meski Target Terlampaui

    April 22, 2026

    PAD dari Reklame Disorot, DPRD Samarinda Siapkan Perda Baru dengan QR Code

    April 13, 2026

    Target Eliminasi 2030, Penanganan TBC dan HIV/AIDS di Samarinda Perlu Kolaborasi

    April 13, 2026

    Kabel Semrawut, Pansus DPRD Dorong Regulasi Utilitas Perkabelan

    April 9, 2026

    RKPD 2027 Masih Tahap Rancangan, Prioritas Daerah Jadi Penentu Arah Pembangunan

    April 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Ratu ArifanzaMei 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda — Arah baru organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai…

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Perkuat Solidaritas Lewat Pesta Sekolah, Dana Capai Puluhan Juta

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Masih Konsolidasi Internal, PAN Kaltim Tinjau Ulang Sikap soal Hak Angket Bukan Menarik Dukungan

    Mei 14, 2026
    1 2 3 … 3,094 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.