Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»DPRD Kaltim Desak Pemprov Masukkan Target Stunting di RPJMD
    DPRD Kaltim

    DPRD Kaltim Desak Pemprov Masukkan Target Stunting di RPJMD

    SittiBy SittiJuli 28, 2025Updated:Juli 28, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ketua Panitia Khusus RPJMD DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Panitia Khusus (Pansus) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DPRD Kalimantan Timur, mendorong Pemerintah Provinsi agar memasukkan target penurunan stunting secara tegas dalam dokumen perencanaan lima tahunan.  Isu stunting dinilai masih menjadi masalah serius yang membutuhkan arah kebijakan yang jelas dan terukur.

    Ketua Pansus RPJMD, Syarifatul Syadiah, menyebut bahwa stunting berkaitan langsung dengan masa depan generasi Kalimantan Timur. Intervensi terhadap masalah ini tidak cukup jika hanya ditangani secara sektoral dan jangka pendek.

    “Stunting harus masuk RPJMD. Ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi menyangkut kualitas sumber daya manusia ke depan,” ucap Syarifatul dalam Rapat Paripurna ke-26 di Kantor DPRD Kaltim, Senin, 28 Juli 2025.

    Selain itu, ia mendorong adanya penguatan program, mulai dari pemberian makanan tambahan hingga dukungan bagi keluarga berisiko stunting melalui tim pendamping di lapangan.

    Menurutnya, distribusi bantuan juga perlu disesuaikan dengan kondisi riil masyarakat, bukan hanya berdasarkan anggaran rutin.

    Masalah stunting, lanjutnya, tidak bisa dilepaskan dari persoalan sanitasi, akses terhadap layanan kesehatan, hingga tingkat ekonomi keluarga. Oleh sebab itu, pelibatan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, puskesmas, hingga kader masyarakat, menjadi penting untuk mempercepat penurunan angka prevalensi.

    “Bantuan saja tidak cukup kalau masyarakat tidak dilibatkan sejak awal,”ucapnya.

    Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat beberapa daerah di Kaltim masih mencatatkan prevalensi stunting di atas 20 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang dilakukan selama ini belum cukup menyentuh akar persoalan.

    Pansus RPJMD juga mendorong agar target dan indikator penurunan stunting dalam RPJMD ditetapkan secara realistis namun progresif. Dengan begitu, pelaksanaan program bisa lebih terukur dan pengawasan lebih optimal.

    “Setiap rupiah yang dikeluarkan harus berdampak. Jangan sampai anggaran habis, tapi angka stunting tetap tinggi,” katanya.

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji, bersama jajaran OPD, turut hadir dalam rapat paripurna tersebut. Pihak eksekutif menyambut baik masukan dari DPRD dan menyatakan kesiapan untuk memasukkan rekomendasi tersebut ke dalam RPJMD 2025–2029.

    Stunting saat ini menjadi isu strategis nasional, dengan target prevalensi turun di bawah 14 persen pada tahun 2027. DPRD Kaltim berharap pemerintah daerah tidak hanya mengikuti arahan pusat, tetapi juga menyusun strategi lokal berbasis data dan kondisi lapangan.

    “Kalau hari ini kita gagal mencegah stunting, maka kita sedang menciptakan masalah di masa depan. Pembangunan tidak akan berarti tanpa manusia yang sehat dan kuat,” tutup Syarifatul.

    Pansus RPJMD Syarifatul Syadiah
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Sawit Warga Loa Janan Rusak Diterjang Lumpur, Tiga Perusahaan Tambang Didesak Bertanggung Jawab

    Mei 26, 2026

    Tindaklanjuti Temuan BPK, DPRD Kaltim Buka Peluang Bentuk Pansus LHP

    Mei 25, 2026

    DPRD Kaltim Matangkan Hak Angket, Hasanuddin Mas’ud Sebut Pansus Bisa Dibentuk

    Mei 25, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    Evaluasi LKPj 2025, DPRD Samarinda Soroti PAD Belum Maksimal Meski Target Terlampaui

    April 22, 2026

    PAD dari Reklame Disorot, DPRD Samarinda Siapkan Perda Baru dengan QR Code

    April 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.