Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    April 13, 2026

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Walk Out dari Pansus Pokir, Subandi: Abdulloh Punya Hak Politik
    DPRD Kaltim

    Walk Out dari Pansus Pokir, Subandi: Abdulloh Punya Hak Politik

    SittiBy SittiJuli 16, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Aksi Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdulloh, yang memilih keluar dari rapat Panitia Khusus (Pansus) Pokok-Pokok Pikiran (Pokir), langsung menuai sorotan. Anggota Pansus sekaligus Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kaltim, Subandi, menganggap langkah Abdulloh sebagai hak politik dan bentuk sikap demokratis yang patut dihormati.

    “Kalau kita bicara walk out formal, itu biasanya terjadi saat voting lalu ada yang memutuskan tidak ikut. Tapi dalam kasus ini, Abdulloh lebih ke izin keluar rapat karena urusan tertentu. Dan itu hak setiap anggota,” ujar Subandi, Senin 14 Juli 2025 di Gedung E DPRD Kaltim.

    Meski begitu, kepergian Abdulloh juga memperlihatkan rasa kecewa terhadap revisi pokir yang dianggap belum maksimal dalam menampung kepentingan masyarakat maupun aspirasi legislator.

    “Pokok-pokok pikiran memang belum sepenuhnya mengakomodasi kepentingan masyarakat dan anggota DPRD. Karena itu dilakukan revisi agar lebih sempurna,” ucapnya.

    Abdulloh memutuskan mundur dari Pansus Pokir karena menilai proses pembahasan tidak sesuai harapan. Menurut Subandi, sikap tegas semacam ini juga memperlihatkan komitmen seorang wakil rakyat dalam memperjuangkan suara konstituen.

    “Itu bagian dari konsistensi beliau terhadap konstituennya. Kita hormati saja keputusan politik seperti itu. Inilah demokrasi,” kata Subandi, politisi PKS.

    Meski ditinggal salah satu anggota yang cukup vokal, revisi pokir tetap berlanjut. Rapat pansus tetap berjalan, dan seluruh anggota yang hadir sepakat melanjutkan pembahasan melalui musyawarah mufakat.

    “Tadi sudah disepakati bersama. Semua anggota yang hadir setuju revisi pokir dilanjutkan,” ujarnya.

    Tantangan terbesar dalam revisi pokir terletak pada keterbatasan waktu pelaksanaan APBD Perubahan, yang hanya sekitar tiga bulan efektif. Jika tidak segera dijalankan, anggaran berpotensi menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) atau masuk ke Belanja Tidak Terduga (BTT).

    “Kalau tidak cepat dilaksanakan, bisa saja anggaran jadi BTT atau Silpa. Sayang kalau anggaran yang sudah disiapkan akhirnya tidak terserap,” ucap Subandi.

    Banyak aspirasi masyarakat juga belum sepenuhnya masuk dalam “kamus usulan” pokir, memicu kegelisahan di kalangan anggota dewan.

    “Kita sebagai wakil rakyat punya tanggung jawab moral untuk menampung aspirasi masyarakat. Wajar jika muncul sikap tegas dari beberapa anggota,” lanjutnya.

    Perbedaan pendapat di internal dewan dianggap hal yang lumrah dalam dinamika politik. Subandi mengajak seluruh anggota tetap fokus menyelesaikan revisi pokir agar program pembangunan bisa berjalan sesuai target.

    “Perbedaan pendapat itu wajar, asal tetap dalam koridor demokrasi. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan pokir supaya kebutuhan masyarakat bisa diakomodasi,” tutupnya.

    Abdulloh Pokir Subandi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Polemik Pokir, DPRD Kaltim Nilai 160 Usulan Masih Relevan

    April 6, 2026

    Pokir DPRD Disesuaikan, Sekda Kaltim Tegaskan Ikuti Prioritas RKPD 2027

    April 6, 2026

    Pokir DPRD Kaltim Terancam Berkurang, DPRD Minta Aspirasi Masyarakat Tetap Diakomodasi

    April 2, 2026

    Bankeu Terancam Hilang, DPRD Kaltim Minta Tetap Dipertahankan Demi Aspirasi Daerah

    April 1, 2026

    Kurang Sepaham Soal Kamus Usulan, DPRD Kaltim Dorong Penyesuaian dengan RPJMD

    Maret 30, 2026

    160 Usulan Pokir Menggantung, DPRD Kaltim Soroti Mandeknya Kesepakatan RKPD

    Maret 30, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dari Toko Karpet Sepi ke Galeri Seni, Perjuangan Ramadhan Bangun Pameran Ilustrasi Terbesar di Kaltim Tanpa Dukungan Dana

    Andika SaputraApril 13, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Berangkat dari keresahan pribadi hingga keterbatasan fasilitas seni di daerah, Ramadhan S.…

    Kasus TBC Masih Tinggi, Pemkot Samarinda Siapkan Perda Penanggulangan

    April 13, 2026

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.