Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Oktober 10, 2026

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Politik»Pokir DPRD Disesuaikan, Sekda Kaltim Tegaskan Ikuti Prioritas RKPD 2027
    Politik

    Pokir DPRD Disesuaikan, Sekda Kaltim Tegaskan Ikuti Prioritas RKPD 2027

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 6, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Sri Wahyuni saat diwawancarai awak media usai kegiatan.(Insitekaltim/ Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni menegaskan penyesuaian jumlah pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD yang diakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah bukanlah bentuk pemangkasan sepihak, melainkan hasil verifikasi berdasarkan prioritas pembangunan daerah.

    Ia menjelaskan, dari sekitar 160 usulan pokir yang masuk, saat ini baru sekitar 25 yang mengerucut untuk dipertimbangkan, namun jumlah tersebut masih bersifat dinamis karena proses verifikasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) masih berlangsung.

    “Bukan dipangkas, tapi disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah yang tertuang dalam RKPD 2027. Aspirasi dari legislatif itu tetap penting, tapi harus memperkaya rencana kerja pemerintah daerah, bukan berdiri sendiri,” ujar Sri Wahyuni saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gajah Mada, Senin, 6 April 2026.

    Ia juga membantah anggapan penyesuaian tersebut mengikuti keinginan gubernur semata. Menurutnya, seluruh proses mengacu pada aturan dalam Permendagri yang mengatur mekanisme perencanaan pembangunan daerah.

    “Ini bukan soal mengikuti gubernur, tapi mengikuti aturan. Permendagri mengamanatkan bahwa usulan aspirasi harus diverifikasi agar selaras dengan prioritas pembangunan daerah,” tegasnya.

    Terkait kebijakan Work From Home (WFH), Sri Wahyuni menyebutkan pemerintah provinsi telah mulai melakukan penyesuaian, termasuk dalam penggunaan energi dan operasional kantor. Salah satunya terlihat dari penurunan signifikan biaya listrik setelah penggunaan lampu LED, dari sebelumnya miliaran rupiah menjadi sekitar Rp300 juta.

    Selain itu, penghematan juga akan dilakukan melalui rasionalisasi perjalanan dinas yang diperkirakan dapat ditekan hingga 30–50 persen. Penggunaan bahan bakar dan kendaraan dinas juga akan menurun seiring kebijakan tersebut.

    “Semua ini akan kita evaluasi secara berkala melalui laporan bulanan, termasuk penggunaan listrik dan bahan bakar,” jelasnya.

    Di sisi lain, Sri Wahyuni memastikan tidak akan ada pemangkasan belanja pegawai, termasuk bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia menyebutkan, proporsi belanja pegawai masih dalam batas aman dan diproyeksikan mencapai sekitar 29 persen pada 2027.

    Sementara terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mengalami penurunan dari target Rp10 triliun menjadi Rp8,6 triliun, pemerintah daerah masih akan melakukan evaluasi dan koreksi melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Penurunan tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk fluktuasi sektor pertambangan dan pajak kendaraan bermotor.

    Lebih lanjut, Sri Wahyuni juga menyinggung soal kebijakan bantuan keuangan (bankeu) ke kabupaten/kota yang kemungkinan akan disesuaikan. Menurutnya, prioritas saat ini adalah pemenuhan belanja wajib seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

    “Kalau kebutuhan dasar ini belum terpenuhi, tidak bijak kalau kita memaksakan memberikan bantuan keuangan. Kita harus realistis dengan kemampuan anggaran,” katanya.

    Ia menambahkan, pemerintah provinsi tetap mengandalkan dana transfer pusat, termasuk skema bagi hasil yang diproyeksikan mencapai Rp4 triliun untuk kabupaten/kota.

    Terkait kekosongan sejumlah jabatan kepala dinas, Sri Wahyuni memastikan proses pengisian sedang berjalan melalui mekanisme manajemen talenta dan diharapkan segera rampung.

    Dengan berbagai penyesuaian tersebut, Pemprov Kaltim menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada prioritas pembangunan daerah yang telah ditetapkan dalam RPJMD, termasuk program-program unggulan seperti Gratispol dan Jospol.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Titik Api Karhutla di Kukar Bertambah, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

    Oktober 6, 2026

    Kuorum Rapat KUA-PPAS Kaltim Dipersoalkan, 15 Anggota Hadir Daring

    September 26, 2026

    Kemitraan PT Swakarsa Capai 5.223 Hektare, Warga yang Tak Punya Lahan Belum Terakomodasi

    September 26, 2026

    APBD Perubahan Samarinda Rp3,75 Triliun, Raperda Ditarget Paripurna 30 September

    September 25, 2026

    KPK Temukan Anomali Penganggaran Kaltim, Proposal Masyarakat Bakal Diperketat

    September 24, 2026

    Antrean BBM Kaltim Meningkat, DPRD Kaltim Singgung Produksi Energi yang Menurun

    September 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Samarinda Prioritaskan Insentif Guru, Skema Pembayaran 2027 Dikaji

    Ratu ArifanzaOktober 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih mengkaji kemungkinan pembayaran insentif guru setiap bulan…

    Polisi Mulai Selidiki Dugaan Kawat Medis Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS

    Oktober 9, 2026

    Teguh Santosa Soroti Pembangunan Sahara Maroko dalam Forum Dekolonisasi PBB

    Oktober 9, 2026

    Anggaran RTLH Samarinda 2027 Belum Pasti, Wali Kota Pastikan Program Tetap Berjalan

    Oktober 9, 2026

    Musim Hujan Kaltim Baru Mulai November, El Nino Diprediksi Bertahan hingga 2027

    Oktober 9, 2026
    1 2 3 … 3,379 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.