Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    September 4, 2026

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Banjir Berau, Sya’diah Sebut Lemahnya Pengawasan Lingkungan dan Buruknya Tata Kelola Tambang
    DPRD Kaltim

    Banjir Berau, Sya’diah Sebut Lemahnya Pengawasan Lingkungan dan Buruknya Tata Kelola Tambang

    MartinusBy MartinusMei 27, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Banjir yang melanda Kabupaten Berau pada Mei 2025 tak bisa lagi semata-mata disalahkan pada cuaca ekstrem. Derasnya air yang merendam 17 kampung di empat kecamatan dinilai sebagai akibat langsung dari lemahnya pengawasan serta buruknya tata kelola pertambangan di wilayah tersebut.

    Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Syarifatul Sya’diah. Ia menilai bencana banjir ini merupakan akumulasi dari kerusakan lingkungan yang terus terjadi tanpa kontrol yang ketat, terutama pada kawasan hulu yang menjadi lokasi aktivitas tambang.

    “Kalau kami melihat, ini fenomena alam yang penyebabnya bermacam-macam. Salah satunya curah hujan tinggi di daerah hulu, dan juga faktor tambang ilegal. Tambang yang legal pun barangkali ikut menyumbang,” ujar Syarifatul kepada wartawan di Samarinda, Senin, 26 Mei 2025.

    Menurutnya, banjir kali ini bukanlah kejadian biasa, melainkan peringatan serius akan ketidaksiapan struktur lingkungan menghadapi tekanan dari aktivitas industri, terutama pertambangan.

    Ia menyebut, tambang-tambang yang beroperasi tanpa reklamasi yang baik telah menyebabkan air hujan mengalir deras tanpa hambatan ke daerah hilir, mempercepat terjadinya luapan air dan merendam permukiman.

    “Tambang-tambang itu harus dievaluasi lagi agar tidak menyebabkan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Ini jadi tugas penting Pemprov Kaltim karena kewenangan tambang ada di provinsi,” katanya lagi.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Berau mencatat hingga pertengahan Mei 2025, sebanyak 17 kampung di Kecamatan Sambaliung, Segah, Kelay, dan Teluk Bayur terdampak banjir. Sedikitnya 3.993 kepala keluarga atau sekitar 12.025 jiwa harus menghadapi dampak langsung bencana ini. Ketinggian air yang mencapai hingga 3 meter di beberapa titik tak hanya merendam rumah warga, tetapi juga menghancurkan lahan pertanian dan memutus akses jalan antar kampung.

    Syarifatul menambahkan, banjir serupa tak hanya melanda Berau. Beberapa wilayah lain di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara juga mengalami kondisi yang nyaris sama dalam waktu berdekatan. Fenomena ini, menurutnya, adalah sinyal yang tak bisa diabaikan terkait menurunnya daya dukung lingkungan akibat eksploitasi tambang yang kian tak terkendali.

    “Kalau terus begini, setiap musim hujan kita akan selalu waspada banjir. Ini bukan hanya tentang bencana, tapi juga soal keberlangsungan hidup masyarakat dan daerah,” ungkapnya.

    Melihat kenyataan tersebut, Syarifatul menegaskan perlunya langkah konkret dan berkelanjutan. Selain evaluasi terhadap perizinan tambang, ia mendorong agar Pemerintah Daerah dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai serius dalam mempercepat diversifikasi ekonomi.

    Ia mengkritik ketergantungan Berau terhadap sektor tambang yang sudah mencapai 67 persen dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebagai salah satu akar persoalan.

    “Kita harus dorong sektor lain seperti pariwisata, pertanian, perikanan, dan UMKM. Potensinya besar tapi belum tergarap maksimal,” jelasnya.

    Ia menyebut sektor kakao di Berau sebagai contoh konkret peluang ekonomi yang mulai tumbuh dan bahkan sudah diminati pasar luar negeri. Namun demikian, pengembangan sektor ini membutuhkan dukungan hilirisasi agar nilai tambah bisa dinikmati langsung oleh masyarakat produsen.

    “Kalau tidak beralih dari tambang, masyarakat akan terus jadi korban. Kita perlu bangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan,” tegasnya.

    Komisi III DPRD Kalimantan Timur pun menyerukan agar Pemerintah Provinsi tidak menutup mata terhadap realitas kerusakan lingkungan yang kini menjadi ancaman nyata.

    Evaluasi izin tambang, pengetatan pengawasan, serta pembangunan ekonomi alternatif, tegasnya, harus dilakukan secara bersamaan dan segera. Sebab, banjir bukan sekadar bencana alam, melainkan cerminan dari krisis ekologis yang telah lama diabaikan.

    Banjir Berau DPRD Kaltim Syarifatul Syadiah Tambang
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Pansus MBLB DPRD Kaltim Bahas Regulasi Tambang Ilegal hingga Perizinan Usaha

    September 2, 2026

    MBLB Kaltim di Persimpangan: Izin Lambat, Potensi PAD Menanti

    September 1, 2026

    DPRD Kaltim Dukung DOB Benua Raya, Tapi Pemekaran Masih Butuh Kajian

    Agustus 31, 2026

    Banjir Kampung Jawa Belum Tuntas, Jasno Desak Drainase Pasundan Dilanjutkan

    Agustus 28, 2026

    Bertahun-tahun Mengajar, 500 Guru di Kaltim Masih Tanpa SK Pengangkatan

    Agustus 28, 2026

    Revisi Perda HIV/AIDS Kaltim Diminta Lebih Komprehensif dan Aplikatif

    Agustus 27, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kutim Tetap Genjot Kualitas Guru di Tengah Efisiensi Anggaran

    R’syaSeptember 4, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Budiman Tahir, akademisi sekaligus Widyaiswara bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mengapresiasi…

    ISPU Tembus Level Berbahaya, Anak Sekolah di Kaltim Disarankan Belajar dari Rumah

    September 4, 2026

    Dua Penghargaan Kemendagri Bawa Rp1,5 Miliar dan 250 Unit BSPS untuk Samarinda

    September 4, 2026

    Kabut Asap Memburuk, Sekolah di Samarinda Siapkan Pembelajaran Daring

    September 4, 2026

    Pemkot Satukan Data Proyek Pembangunan dalam Satu Sistem Digital

    September 4, 2026
    1 2 3 … 3,320 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.