Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026

    Laba Naik, Dividen Turun: Andi Harun Soroti Kredit Macet dan Transparansi Bankaltimtara

    April 30, 2026

    Andi Harun Buka Alasan Dissenting Opinion di RUPS Bankaltimtara: Soroti Pemberhentian Direksi dan Transparansi Seleksi Komisaris

    April 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Jurnalis Perempuan Samarinda Lawan Diskriminasi, Aksi Nyata di Kampanye HAKTP
    Samarinda

    Jurnalis Perempuan Samarinda Lawan Diskriminasi, Aksi Nyata di Kampanye HAKTP

    Adit MustafaBy Adit MustafaDesember 5, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

     

    Insitekaltim, Samarinda – Setiap tahunnya, kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) menjadi momentum global untuk meningkatkan kesadaran pentingnya penghapusan kekerasan berbasis gender.

    Perempuan Mahardhika Samarinda mengambil bagian aktif dalam kampanye ini dengan menggelar Diskusi Publik pada Kamis (5/12/2024) yang menyoroti isu kekerasan dan diskriminasi yang dialami jurnalis perempuan.

    Kampanye HAKTP berlangsung setiap 25 November hingga 10 Desember, dimulai dari Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga hari hak asasi manusia. Inisiatif ini bertujuan untuk menyoroti berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang masih dialami perempuan di seluruh dunia, baik di lingkungan domestik, publik, maupun tempat kerja.

    Di Indonesia, kekerasan terhadap perempuan terus menjadi isu serius. Berdasarkan data Komnas Perempuan, kasus kekerasan berbasis gender setiap tahunnya menunjukkan tren peningkatan, termasuk dalam konteks dunia kerja. Inilah yang membuat berbagai organisasi, termasuk Perempuan Mahardhika Samarinda, berkomitmen menyuarakan perubahan melalui aksi nyata.

    Diskusi Publik tersebut bertema “Jurnalis Perempuan Lawan Kekerasan dan Diskriminasi: Wujudkan Lingkungan Kerja yang Aman Bagi Jurnalis Perempuan Samarinda”. Acara ini berlangsung di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur, Jalan Biola Samarinda.

    Diskusi ini menghadirkan narasumber berpengalaman, seperti Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Kalimantan Timur Tri Wahyuni, jurnalis Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Samarinda Noviyatul Chalimah serta paralegal Perempuan Mahardhika Samarinda Disya Halid.

    Dengan dipandu oleh Refinaya J, diskusi ini membahas tantangan yang dihadapi jurnalis perempuan, mulai dari intimidasi, pelecehan, hingga diskriminasi di tempat kerja.

    “Diskriminasi berbasis gender masih menjadi salah satu hambatan bagi jurnalis perempuan. Perlu ada kesadaran kolektif untuk menciptakan ruang kerja yang lebih aman dan setara,” ujar Tri Wahyuni.

    Dalam diskusi, pandangan juga disampaikan oleh Ketua PWI Kaltim Abdurahman Amin yang menyoroti bagaimana dunia kerja menghadirkan tantangan besar, terutama bagi perempuan.

    “Kerentanan di dunia kerja ada pada setiap profesi, tetapi untuk jurnalis perempuan, tantangannya berlipat ganda. Namun, mereka juga memiliki keistimewaan, terutama dalam mengangkat isu-isu human interest dengan pendekatan yang mengedepankan perasaan,” katanya.

    Pria yang akrab dipanggil Rahman itu menambahkan bahwa jurnalis perempuan memiliki kelebihan dalam menghasilkan tulisan yang sarat dengan nilai emosional. Hal ini memberikan dampak yang lebih kuat dalam menyuarakan isu-isu sosial.

    Diskusi ini menekankan pentingnya membangun solidaritas di antara jurnalis perempuan untuk melawan kekerasan dan diskriminasi. Perempuan Mahardhika Samarinda menyerukan aksi kolektif sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan terhadap jurnalis perempuan di Samarinda.

    “Kami berharap kegiatan ini dapat membuka kesadaran lebih luas mengenai isu kekerasan berbasis gender, terutama di lingkungan kerja. Dengan solidaritas, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi semua,” ungkap Refinaya J.

    Abdurrahman Amin jurnalis Perempuan Mahardhika PWI Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    April 30, 2026

    Laba Naik, Dividen Turun: Andi Harun Soroti Kredit Macet dan Transparansi Bankaltimtara

    April 30, 2026

    Andi Harun Buka Alasan Dissenting Opinion di RUPS Bankaltimtara: Soroti Pemberhentian Direksi dan Transparansi Seleksi Komisaris

    April 30, 2026

    May Day Tanpa Demo di Samarinda, 80 Personel Polisi Disiagakan Amankan Kegiatan di Oda Etam

    April 30, 2026

    Borneo FC Fokus Hadapi Persita, Manajer Minta Dukungan Penuh Warga Samarinda

    April 30, 2026

    Distribusi Kios Pasar Pagi Diperketat, Nur Rahmani Tegaskan Lapak Tak Boleh Disalahgunakan

    April 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Tambahan Modal Rp500 Miliar Dipertanyakan, Pemkot Samarinda Ingatkan Ancaman Dilusi Saham

    Andika SaputraApril 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Rencana penambahan modal sebesar Rp500 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)…

    Laba Naik, Dividen Turun: Andi Harun Soroti Kredit Macet dan Transparansi Bankaltimtara

    April 30, 2026

    Andi Harun Buka Alasan Dissenting Opinion di RUPS Bankaltimtara: Soroti Pemberhentian Direksi dan Transparansi Seleksi Komisaris

    April 30, 2026

    May Day Tanpa Demo di Samarinda, 80 Personel Polisi Disiagakan Amankan Kegiatan di Oda Etam

    April 30, 2026

    Di Balik Kematian Siswa SMK, TRC PPA Kaltim Soroti Kemiskinan Tersembunyi dan Lemahnya Pendataan Warga

    April 30, 2026
    1 2 3 … 3,083 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.