Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Minat Masyarakat Bawa Anak ke Posyandu Rendah, Kesalahan Paradigma Penyebabnya
    Diskominfo Kaltim

    Minat Masyarakat Bawa Anak ke Posyandu Rendah, Kesalahan Paradigma Penyebabnya

    LarasBy LarasJuli 10, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Ilustrasi suasana pemeriksaan di posyandu
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Samarinda telah menyelesaikan Gerakan Posyandu Serentak pada 29 Juni 2024 lalu. Bayi balita berusia 0-5 tahun, ibu hamil dan calon pengantin (catin) merupakan sasarannya.

    Teks: Ilustrasi pemeriksaan kesehatan ibu dan anak di posyandu

    Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari salah satu langkah untuk mengetahui pergerakan angka stunting di Kota Samarinda dan sebagai langkah pencegahan bertambahnya kasus stunting baru dengan menyasar catin dan ibu hamil.

    Dari Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sunarto menyebutkan partisipasi yang diharapkan minimal 95 persen, hanya mampu tercapai 63 persen.

    Minimal pencapaian 95 persen tersebut diperlukan untuk mengetahui kevalidan data terkait angka stunting di daerah. Melihat nilai 63 persen tersebut, dapat diartikan kurangnya minat masyarakat ke posyandu.

    “Sayangnya kunjungan serentak ke Posyandu ini di Samarinda baru mencapai 63%,” ucapnya dalam Bangga Kencana Ke-2 di Halaman Gor Segiri Samarinda.

    Menurutnya, salah satu alasan mengapa rendahnya minat masyarakat ke posyandu adalah paradigma yang salah. Masyarakat hanya tahu bahwa memeriksakan anak mereka hanya sampai 12 bulan. Padahal disarankan untuk memeriksa anak hingga berusia lima tahun.

    “Bayi balita itu masih bisa terpantau tumbuh kembangnya sampai usia 5 tahun,” jelasnya.

    Tak hanya itu, kesadaran masyarakat terkait pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang anak masih kurang. Sering kali para orang tua hanya memeriksa anak hanya saat si anak sakit atau terjadi hal yang salah dalam tumbuh kembangnya.

    Padahal pencegahan dini terhadap tumbuh kembang anak sangat penting terutama saat anak masih dalam keadaan sehat atau tidak menunjukkan tanda-tanda kesakitan. Pemeriksaan di posyandu juga berfungsi menilai kebutuhan apa yang diperlukan anak.

    Untuk itu, Sunarto mengungkapkan peningkatan kesadaran dan mengubah paradigma ini harus mendapat perhatian semua pihak. Tah hanya BKKBN, seluruh stakeholder, termasuk perangkat daerah juga sangat diperlukan.

    “Padahal posyandu ini semua pemeriksaannya gratis ditanggung oleh pemerintah dan ini yang kita perlukan agar supaya kesadaran masyarakat itu meningkat,” tutupnya.

    BKKBN Kaltim Sunarto TP PKK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Laras

    Related Posts

    BKKBN Kaltim Perkuat Intervensi Non-Nutrisi untuk Tekan Stunting

    Juli 20, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    R’syaJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Atikah Ujang mendorong…

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026

    Dugaan Maladministrasi Pegawai Disdag Samarinda Rampung Diperiksa, Sanksi Tunggu BKPSDM

    Juli 22, 2026

    Srikandi Merdeka Cup 2026 Jaring Talenta Timnas Putri U-17

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,232 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.