Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemerintah Harus Bertindak Tegas, Karhutla di Kalimantan Kian Mengkhawatirkan

    Agustus 22, 2026

    Hadapi Kekeringan, Pemkot Maksimalkan Pompa Air hingga Irigasi

    Agustus 21, 2026

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria

    Agustus 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Jaga Ekosistem Lahan Basah Mesangat-Suwi, Sekda Sri: Sekaligus Potensi Ekowisata
    Diskominfo Kaltim

    Jaga Ekosistem Lahan Basah Mesangat-Suwi, Sekda Sri: Sekaligus Potensi Ekowisata

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaJanuari 19, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni mengungkapkan ke depan diharapkan kawasan esensial atau ekosistem penting Lahan Basah Mesangat-Suwi bukan hanya untuk menjaga nilai ekologi sosial ekonomi saja, tetapi menjadi ekowisata.

    Pemprov Kaltim mengapresiasi rencana aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat-Suwi di Kabupaten Kutai Timur tahun 2024-2028 yang disusun oleh Lembaga Mitra Lingkungan Kalimantan (Lemilka).

    “Artinya, ke depan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ekosistem penting dan dijaga nilai ekologi sosial ekonominya saja, tetapi menjadi fokus bahwa Provinsi Kaltim memiliki potensi keanekaragaman hayati. Yang tentunya berpotensi untuk ekowisata,” kata Sekda Kaltim Sri Wahyuni ketika menjadi keynote speech Rencana Aksi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat Suwi di Kabupaten Kutai Timur tahun 2024-2028.

    Kegiatan ini diiinisiasi Yasiwa dan Yayasan Ulin dengan dukungan dari Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) melalui program “Penguatan Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat Suwi (KEP-LBMS) sebagai Habitat Buaya Siam dan Bekantan di Kabupaten Kutai Timur”.

    Acara digelar di Hotel Mercure Samarinda, Rabu 17 Januari 2024.

    Sri menjelaskan, saat ini Pemprov Kaltim sedang menyiapkan ekowisata mana saja yang nantinya dapat menunjang pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    Keanekaragaman hayati yang ada di Kawasan Ekosistem Penting Lahan Basah Mesangat Suwi (KEP-LBMS) ini sangat mendukung pariwisata.

    “Jadi, jika ada wisatawan yang ingin mengetahui endemik Kalimantan, salah satunya yang ada di Mesangat-Suwi ini. Yaitu, bekantan dan buaya badas,” kata Sri.

    Habitat tersebut, hanya ada di kawasan tersebut. Untuk itu, habitat dimaksud perlu dipelihara, dijaga dan edukasinya bukan hanya disampaikan kepada masyarakat lokal setempat, tetapi masyarakat luar daerah.

    Artinya, membuktikan Provinsi Kaltim masih memiliki kawasan yang masih terjaga keanekaragaman hayatinya.

    “Salah satunya menjadikan kawasan itu sebagai ekowisata,” pesannya.

    “Memang perlu perjuangan mengembangkan kawasan tersebut, yaitu infrastruktur dan kualitas SDM. Paling tidak, ketika masyarakat sudah diberikan pemahaman untuk terlibat menjaga kawasan itu. Sehingga tidak sulit menjadikan kawasan ini sebagai salah satu destinasi kunjungan wisata potensial di Kaltim,” jelasnya.

    Hadir Kepala DLH Kaltim EA Rafiddin Rizal, Direktur TFCA Kalimantan Puspa Dewi Liman, Asisten II Sekkab Kutim Zubair, Ketua Harian DDPI Kaltim Daddy Ruhiyat dan sejumlah pimpinan organisasi lingkungan.

    KEP-LBMS Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Beban Pertahankan Juara Umum, 57 Kafilah Kaltim Jalani TC Sebulan di Jakarta

    Agustus 9, 2026

    Pemprov Hidupkan Kembali Mal Lembuswana, Siapkan Revitalisasi dan Buka Peluang Investor

    Agustus 7, 2026

    Fiskal Tertekan, Belanja Prioritas Daerah Terancam Dikurangi

    Agustus 6, 2026

    Pemerintah Pusat Nunggak Kurang Salur Dana Transfer sekitar Rp2 Triliun, Pemprov Kaltim Siapkan Audiensi ke Kemenkeu

    Agustus 3, 2026

    Kuota Program Umrah Gratis Pemprov Kaltim Turun dari 880 Menjadi 14 Orang

    Juli 13, 2026

    Sekda Kaltim Saring Belanja OPD di Atas Rp10 Juta, Prioritaskan Anggaran Mendesak

    Juli 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemerintah Harus Bertindak Tegas, Karhutla di Kalimantan Kian Mengkhawatirkan

    Nur AjijahAgustus 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda sekaligus Ketua Fraksi PKS Arif Kurniawan…

    Hadapi Kekeringan, Pemkot Maksimalkan Pompa Air hingga Irigasi

    Agustus 21, 2026

    HYROX Makin Diminati Perempuan, Olahraga Beban Tak Lagi Identik dengan Pria

    Agustus 21, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Rebranding Pasar Pagi, Libatkan Akademisi hingga Komunitas

    Agustus 21, 2026

    BMKG Prediksi Kemarau Masih Berlangsung hingga September, Samarinda Susun Rencana 30 Hari

    Agustus 21, 2026
    1 2 3 … 3,290 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.