
Reporter: Emmi – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Hari Jadi Kaltim ke-65, Wakil Ketua DPRD Kaltim Ir. H Seno Aji berharap agar pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antar kabupaten/kota di Kaltim lebih diperhatikan.
Mengingat penghubung jalanan antar kabupaten/kota banyak infrastruktur yang kurang bahkan sangat dikeluhkan oleh masyarakat.
“Kita di DPRD sudah meminta pihak provinsi agar segera mengalokasikan anggaran terbesar untuk jalan antar kabupaten/kota,” ungkapnya, Senin (10/1/2022).
Meskipun yang menjadi hambatan pembangunan infrastruktur antara Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kutai Barat (Kubar) lantaran status jalan yang merupakan jalan nasional.
“Kita di DPRD meminta di Kementerian PUPR untuk memberikan atensinya. Perbaikan jalan antar kabupaten/kota yang merupakan wewenang kementerian atau pemerintah pusat,” jelas Politikus Gerindra itu.
Ia mengatakan pihaknya selalu mendorong terkait persoalan tersebut dan tidak dipungkiri adanya itikad baik dari pemerintah pusat dengan memberikan anggaran.
“Untuk Katim yaitu perbaikan jalan antar Tenggarong ke Melak. Kemudian perbaikan jalan dari Samarinda ke Bontang,” lanjutnya.
“Kita berharap di 65 tahun Kaltim paling tidak tahun depan jalan-jalan tersebut seperti sedia kala, memang banyak yang menjadi sorotan misalnya jalan umum digunakan untuk kepentingan yang semestinya tidak dilakukan di jalan umum seperti holling batu bara, kemudian holling kepala sawit,” terangnya.
Tidak hanya itu, pihaknya pun meminta kembali pemerintah untuk memastikan kekuatan jalan tersebut dibangun setara dengan jalan-jalan produksi.
“Jadi misalnya kalau di dalam jalan produksi itu kendaraannya bermuatan 8 ton maka kita buat jalan kapasitas 8 ton,” tuturnya.
Hal itu perlu dilakukan agar tidak mudah rusak kemudian bisa digunakan untuk jalan industri yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan.
“Jadi nanti saya berharap di usia 65 tahun ini kita mempunyai infrastruktur yang baik dan layak agar bisa digunakan masyarakat Kaltim dalam beraktifitas baik secara individu maupun kelembagaan perusahaan. Ini perlu diperhatikan supaya kegiatan ekonomi di Kaltim dapat berkembang dengan baik,” pungkasnya.
