
Reporter: Hariyanti – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi II DPRD Kaltim Nidya Listiyono saat reses yang dihadiri sekitar 30 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Samarinda mengajak mahasiswa untuk bekerja keras dan melakukan perubahan.
“Seorang mahasiswa harus bekerja keras, inovatif dan kreatif dalam rangka memaksimalkan potensi, terlebih menyambut ibu kota negara (IKN) yang baru,” kata Nidya Listiyono yang akrab disapa Tio saat melakukan reses di Angkringan Wijaya Kusuma, Rabu (27/10/2021).
Dia berharap kepada mahasiswa yang merupakan generasi muda, penerus bangsa, harus berpartisipasi secara aktif untuk melakukan perubahan untuk kemajuan terutama untuk Provinsi Kaltim.
Tio menceritakan ada filosofi kehidupan antara singa dan rusa keduanya sama sama ingin mempertahankan hidup dan harus berjuang untuk tetap hidup.
“Makanya saya sering mengkritik mahasiswa, kalau bikin konsep luar biasa, atur strategis sampai subuh. Padahal ibaratnya pertempuran pukul 08.00 Wita, mereka juga bangun jam 08.00 Wita juga. Artinya waktu berperang telah dimulai mereka tidak siap,” tuturnya.
Dikemukakannya, mari kita lihat filosofi rusa dan singa sama sama ingin mempertahankan hidup, harus bisa membaca sistuasi dan kondisi.
Seekor rusa katanya, bangun dan tahu bahwa akan menjadi santapan singa, sehingga dia harus berlari lebih cepat dari singa kalau tidak akan mati diterkam singa.
“Jika rusa bangun pukul 06.00 Wita begitupun singa, siapa yang akan mati? tentu rusa,” katanya.
“Sehingga untuk bertahan hidup rusa bangun lebih awal dari singa,” tambahnya.
Begitupun dengan seekor singa bangun dan tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat dari rusa, jika lambat singa akan mati kelaparan tidak mendapatkan makanan.
Oleh karena itu saat matahari terbit baik seekor singa maupun rusa lebih baik bangun dan berlari mencari makan untuk memenuhi kebutuhan agar bisa bertahan hidup.
“Arti dari filosofi itu adalah intinya harus cerdas, bekerja keras untuk melakukan perubahan,” ujar Tio.
