
Reporter: Akmal – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Rusman Yaqub mengkritik bantuan operasional untuk pesantren di Benua Etam dinilai sangat kurang.
“Pesantren itu sangat nyata, sangat konkret kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia,” kata Rusman ketika diwawancarai, Selasa (07/09/2021).
Ia juga menilai pertumbuhan pesantren belum maksimal, apalagi di era kemajuan teknologi sangat membutuhkan dana operasional rutin.
Namun menurutnya, apa yang terjadi tak berbanding lurus dengan kenyataan. Bantuan yang diberikan sebenarnya belum memadai bahkan terbilang masih sangat kurang.
“Bahkan kalau kita mau jujur, bantuan kepada pesantren itu belum memadai. Hal itu bisa kita lihat dari sisi kebutuhan pembinaan terhadap dunia pesantren,” ungkapnya.
Dikemukakan Rusman yang juga Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kaltim, dana bantuan terhadap pesantren sangat wajar ketika pesantren mendapatkan dana pembinaan dari pemerintah.
Dia juga meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim maupun pemerintah pusat untuk memperbesar jumlah bantuan kepada sejumlah pesantren yang ada.
“Kami dari Fraksi PPP mendorong agar ada dana abadi untuk pesantren yang bersumber dari negara,” harapnya.
Rusman menambahkan, dari informasi yang didapat Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) akan memberikan bantuan kepada pesantren dan lembaga pendidikan agama Islam pada tahun anggaran 2021.
“Diperkirakan bantuan sosial ini berjumlah Rp 233 miliar,” pungkasnya.
