Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Mei 10, 2026

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Warga Tuding Tambang Jadi Biang Longsor di Batuah, Dinas ESDM Kaltim Belum Ambil Kesimpulan
    Diskominfo Kaltim

    Warga Tuding Tambang Jadi Biang Longsor di Batuah, Dinas ESDM Kaltim Belum Ambil Kesimpulan

    SittiBy SittiJuni 24, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto saat berkomunikasi dengan warga di lokasi tambang BSSR
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Perdebatan seputar penyebab longsor di Kilometer 28, Desa Batuah, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, belum menunjukkan titik terang.

    Warga yang terdampak bencana tidak tinggal diam. Mereka menggugat keras kehadiran aktivitas pertambangan PT Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) yang dinilai sebagai sumber malapetaka.

    Tuduhan ini mengemuka dalam kunjungan lapangan yang dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur bersama Komisi III DPRD provinsi Kaltim pada Selasa, 24 Juni 2025.

    Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani Bersatu meluapkan kegeraman mereka. Di hadapan Kepala Dinas ESDM Kalimantan Timur Bambang Arwanto serta dua anggota DPRD Kalimantan Timur, Akhmed Reza Fachlevi dan Sugiyono, mereka tak lagi bisa menahan kekecewaan.

    “Itu penyebab longsor,” seru warga sambil menunjuk ke arah disposal tambang.

    Disposal atau timbunan limbah tambang itu dituding sebagai pemicu bencana yang telah merusak pemukiman dan mengancam keselamatan jiwa.

    Namun pemerintah belum menyimpulkan hal serupa. Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menegaskan bahwa pihaknya belum bisa serta merta menyatakan disposal sebagai penyebab utama pergerakan tanah di kawasan tersebut. Menurutnya, penentuan penyebab bencana harus melalui kajian teknis mendalam.

    “Kami belum memutuskan bahwa disposal merupakan penyebab utama. Inspektur tambang akan melakukan investigasi masalah ini untuk mendapatkan kesimpulan, siapa yang bersalah. Kalau BSSR yang salah, maka kita minta pertanggungjawaban, tetapi kalau ini bencana alam, maka tidak ada yang bisa disalahkan,” ujar Bambang di hadapan warga.

    Lebih jauh, Bambang menjelaskan bahwa inspektur tambang yang akan diturunkan bertugas melakukan inspeksi dan pengawasan keteknikan, sebagai bagian dari mandat pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan.

    Pernyataan Bambang tersebut belum cukup memuaskan warga. Dalam pertemuan itu, mereka juga mendesak agar PT BSSR segera memberikan santunan kepada korban longsor. Selain itu, tuntutan agar lahan relokasi yang saat ini masih berstatus pinjam pakai segera diubah menjadi hak milik kembali digaungkan dengan tegas.

    Warga menganggap ketidakjelasan status lahan relokasi sebagai bentuk ketidakadilan yang memperpanjang penderitaan mereka pascalongsor. Apalagi, mereka merasa telah menjadi korban dua kali, pertama akibat kehilangan tempat tinggal, dan kedua karena tidak memperoleh kepastian hak atas tempat tinggal pengganti.

    Menanggapi desakan tersebut, Bambang menyatakan bahwa Dinas ESDM akan menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia berharap penyelesaian masalah ini tidak hanya bergantung pada ranah teknis pertambangan, tetapi juga melibatkan upaya kolektif dari pemerintah daerah dan perusahaan.

    “Kita akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kutai Kartanegara agar dapat bersinergi untuk penyelesaian masalah ini,” tuturnya. (Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    Bambang Arwanto ESDM Longsor PT BSSR
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Seribu Rumah Seribu Harapan, Kaltim Gaspol Perbaiki Hunian Warga di 2026

    Mei 7, 2026

    Dinamika di Balik Rp288,5 Miliar, Gratispol Fokuskan Tepat Sasaran

    Mei 6, 2026

    Dari Samarinda untuk Indonesia, PKN II Angkatan X Targetkan Lahirkan Pemimpin Transformasional

    Mei 6, 2026

    Bukan Rp25 M untuk Satu Rumah, Ini Fakta di Balik Anggaran Rujab Kaltim yang Viral

    Mei 5, 2026

    Dari Kursi Pijat hingga Laundry, Pemprov Kaltim Buka Data Anggaran: Ini Penjelasan Lengkapnya

    Mei 5, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Jogging Pagi Bukan Sekadar Tren, Ini 6 Penyakit yang Bisa Dicegah

    Ratu ArifanzaMei 10, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah rutinitas yang padat dan gaya hidup serba cepat, banyak orang…

    Pasar Segiri Belum Direvitalisasi, DPRD Samarinda Soroti Prioritas Anggaran

    Mei 9, 2026

    Penertiban Parkir di Halaman Warga Disorot, DPRD Nilai Protokol Tidak Tepat

    Mei 9, 2026

    Kala Fest 2026 Dibuka, Kaltim Siapkan Ekonomi Syariah Jadi Penopang Baru Pasca Batu Bara

    Mei 9, 2026

    Tak Hanya Bunga Bank, DPRD Samarinda Dorong Kebijakan Keuangan Berbasis Manfaat Sosial

    Mei 8, 2026
    1 2 3 … 3,090 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.