Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    Juni 20, 2026

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»30 Persen Anak Sekolah di Kaltim Alami Rabun Jauh
    Diskominfo Kaltim

    30 Persen Anak Sekolah di Kaltim Alami Rabun Jauh

    SintaBy SintaJuni 21, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kaltim, dr. Ika Gladies
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Program pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) bersama TP PKK Kaltim dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) TP PKK ke-53 mencatat temuan penting. Sekitar 30 persen dari penerima kacamata adalah anak sekolah yang mengalami gangguan penglihatan jenis miopia atau rabun jauh.

    Kegiatan yang berlangsung di UPTD Puskesmas Baqa, Samarinda Seberang, pada Sabtu, 21 Juni 2025 itu menjadi kloter kedua dari rangkaian program yang menyasar 1.000 warga di Kaltim.

    Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kaltim, dr. Ika Gladies, mengungkapkan bahwa sebagian besar anak sekolah yang diperiksa mengalami miopia dengan derajat kerusakan cukup tinggi.

    “Dari 450 peserta yang diperiksa sebelumnya, sekitar 30 persen adalah anak-anak sekolah. Mereka kebanyakan rabun jauh. Ada yang minus 1 sampai minus 6. Bahkan banyak yang baru pertama kali periksa, padahal keluhannya sudah lama,” jelas Ika.

    Menurutnya, kebutuhan kacamata minus tinggi ini erat kaitannya dengan perubahan pola aktivitas anak sejak pandemi Covid-19. Kebiasaan belajar daring dan interaksi berlebihan dengan gawai menyebabkan otot mata bekerja terus-menerus tanpa cukup istirahat.

    “Ini kita sebut gangguan refraksi. Ketika mata dipaksa terus melihat dekat tanpa jeda, otot mata melemah. Kacamata jadi alat bantu penting agar mata tidak terlalu tegang,” terang dr. Ika.

    Lebih lanjut ia menyebutkan istilah “mata malas” yang kerap terjadi akibat penggunaan gawai secara intensif dalam posisi yang tidak ergonomis, seperti tiduran atau di ruangan gelap.

    “Anak-anak banyak pakai gadget sambil rebahan atau di ruangan gelap. Mata diforsir kerja tanpa henti. Kalau tidak dikoreksi, bisa memperburuk kondisi refraksi,” tambahnya.

    Salah satu temuan menarik dari pemeriksaan ini adalah banyaknya anak yang mengalami kombinasi gangguan penglihatan: minus, silinder, bahkan plus. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kebiasaan screen time yang tidak sehat.

    “Kalau dari hasil kami, salah satu faktor utama sekarang adalah pemakaian gadget sejak pandemi. Saat itu hampir semua anak sekolah belajar online dan tidak menjaga jarak pandang secara tepat. Jadi otot mata cepat lelah,” ujar Ika.

    Ia pun menekankan pentingnya kebiasaan istirahat mata. Salah satu cara sederhana yang direkomendasikan adalah teknik 20-20-20: setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki selama 20 detik.

    “Minimal setiap 30 menit tatap layar, alihkan dulu ke jarak jauh. Lihat warna, lihat alam, supaya mata punya waktu recovery. Jangan biarkan otot mata terus tegang,” katanya.

    dr. Ika mengimbau para orang tua agar membatasi waktu anak-anak dalam menatap layar dan memberi waktu istirahat mata secara berkala.

    “Jangan biasakan anak-anak menatap layar sambil tiduran. Pastikan ada jeda waktu, pencahayaan cukup, dan posisi duduk yang benar,” imbau dr. Ika kepada para orang tua.

    Ia juga menyarankan konsumsi makanan kaya vitamin A dan antioksidan, seperti wortel, bayam, dan buah-buahan, agar mendukung kesehatan mata secara alami.

    Program pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis ini merupakan bagian dari program nasional HKG TP PKK ke-53 yang puncaknya akan digelar pada 8 Juli 2025 di GOR Sempaja, Samarinda. Kegiatan ini dilaksanakan secara kolaboratif antara Kementerian Kesehatan, Dinkes Kaltim, Dinkes Kota Samarinda, organisasi profesi IROPIN, Gabungan Pengusaha Optik (GAPOPIN), rumah sakit mata, dan para refraksionis optisien.

    Menurut catatan Dinkes Kaltim, setidaknya sudah lebih dari 700 warga yang mendapatkan layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis dalam dua kloter kegiatan yang berlangsung di Balikpapan dan Samarinda.

    Jika kuota masih tersedia, pemeriksaan akan dilanjutkan di kloter tambahan menjelang puncak acara. Pada saat puncak HKG nanti, sebagian besar kacamata koreksi akan diberikan secara simbolis kepada perwakilan masyarakat oleh Ibu Wakil Presiden RI.

    “Kami targetkan 1.000 kacamata terbagi. Ini bagian dari komitmen kita agar masyarakat tidak hanya merayakan HKG secara seremonial, tetapi benar-benar merasakan dampaknya,” tutup Ika Gladies. (Adv/DiskominfoKaltim)

    Editor: Sukri

    dr ika Gladies HKG TP PKK ke-53 UPTD Puskesmas Baqa
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pakar Hukum Soroti Kasus Korupsi yang Menggantung, Minta Penegak Hukum Segera Ambil Keputusan

    R’syaJuni 20, 2026

    Insitkaltim, Samarinda – Praktik penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang berlangsung bertahun-tahun tanpa kepastian…

    Donor Darah, Selain Menolong Sesama Juga Bermanfaat Bagi Kesehatan Tubuh

    Juni 20, 2026

    BPKAD Kaltim Pastikan Setiap Pendapatan Daerah Sekecil Apapun Nilainya, Harus Masuk Kas Daerah

    Juni 20, 2026

    Pasar Pagi Usai Revitalisasi Sepi Pembeli, Akses dan Tata Letak Jadi Sorotan

    Juni 20, 2026

    1.667 Lulusan Diwisuda, Rektor Unmul: Awal Perjalanan Menuju Kontribusi Nyata

    Juni 20, 2026
    1 2 3 … 3,158 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.