Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    Juli 1, 2026

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»YKAN Dorong Koridor Orangutan, Pengelolaan Wehea Kelay Diselaraskan antara Bisnis dan Konservasi
    Samarinda

    YKAN Dorong Koridor Orangutan, Pengelolaan Wehea Kelay Diselaraskan antara Bisnis dan Konservasi

    RidhoBy RidhoFebruari 11, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Direktur Eksekutif YKAN, Herlina Hartanto ditemui awak media seusai kegiatan (Insitekaltim/Ridho Wardhana)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Pengelolaan hutan di Bentang Alam Wehea Kelay terus diarahkan untuk menyelaraskan kepentingan bisnis dan konservasi guna menjaga kelestarian hutan sekaligus keberlangsungan keanekaragaman hayati, khususnya orang utan.

    Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan hutan tetap terjaga dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) Herlina Hartanto.

    Ia menjelaskan, pengelolaan hutan di kawasan tersebut berfokus pada pembangunan koridor orang utan agar satwa yang dilindungi dan dapat bergerak bebas tanpa terhambat batas konsesi perusahaan.

    “Selama ini untuk pengelolaan hutan di Bentang Alam Wehea Kelay memang fokusnya adalah untuk menyelaraskan antara bisnis dengan konservasi. Jadi fokusnya itu memang untuk membangun koridor orang utan. Karena orang utan berjalan bebas dan tidak mengenal batas konsesi,” ujarnya Rabu, 11 Februari 2026.

    Menurutnya, keberadaan koridor satwa sangat penting mengingat orang utan membutuhkan ruang jelajah yang luas untuk mencari makan dan berkembang biak. Apabila perusahaan pemegang izin pengelolaan hutan bekerja sendiri-sendiri tanpa koordinasi, maka habitat satwa berisiko terfragmentasi dan mengancam keberlangsungan hidup satwa tersebut.

    Selain hal itu, Herlina juga menyoroti kondisi pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) hutan alam yang kini menghadapi tantangan ekonomi, seperti menurunnya harga kayu dan sulitnya pemasaran.

    Menurutnya, apabila perusahaan tidak lagi beroperasi, kawasan hutan justru berpotensi menjadi sasaran perambahan dan penebangan liar.

    “Penting sekali PBPH hutan alam tetap beroperasi dengan praktik terbaik. Jika perusahaan berhenti dan kawasan menjadi dorman, biasanya menjadi magnet untuk perambahan dan aktivitas ilegal lainnya yang justru membahayakan hutan, satwa, dan masyarakat,” jelasnya.

    Karena itu pengelolaan bentang alam kini tidak hanya berfokus pada perlindungan orang utan dan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memastikan kegiatan usaha kehutanan tetap berjalan secara lestari. Dengan demikian, manfaat ekonomi dapat terus dirasakan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.

    YKAN juga mendorong keterlibatan masyarakat, khususnya kelompok patroli hutan dan pemuda desa, dalam menjaga kawasan. Kelompok masyarakat yang sebelumnya berfokus menjaga hutan lindung Wehea Kelay seluas sekitar 30 ribu hektare kini diharapkan dapat melatih generasi muda di wilayah bentang alam yang lebih luas.

    “Mereka yang sudah terlatih dalam patroli hutan dan penanganan konflik satwa diharapkan dapat membagika pengetahuannya kepada pemuda desa agar lebih banyak pihak yang terlibat dalam aksi perlindungan hutan ini,” ujar Herlina.

    Melalui kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan organisasi konservasi, pengelolaan hutan di Bentang Alam Wehea Kelay diharapkan menjadi contoh praktik pengelolaan hutan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian alam

     

    Bentang Alam Wehea Kelay Herlina Hartanto Hutan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ridho

    Related Posts

    Satpol PP Akui Tak Bisa Bergerak Sendiri, Dukungan Polresta Dinilai Krusial Saat Penegakan Perda

    Juli 1, 2026

    Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Samarinda Komitmen Tingkatkan Profesionalisme

    Juli 1, 2026

    PT PSB Persilakan Sengketa Ketenagakerjaan hingga Dugaan Pelanggaran Diuji di Pengadilan

    Juni 30, 2026

    Blasting PT PSB Disorot, Warga Keluhkan Debu Ganggu Kesehatan Anak hingga Air Hujan

    Juni 29, 2026

    Andi Harun: Konflik Kehutanan Tak Akan Pernah Tuntas Selama Regulasi Masih Tumpang Tindih

    Juni 27, 2026

    Haraku Ramen Hadir Ramaikan Kuliner di Big Mall Samarinda

    Juni 26, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Istilah Pendidikan Makin Keren tapi Masuk Sekolah Makin Susah

    SittiJuli 1, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Langkah pemerintah pusat yang gencar menggalakkan tiga pilar strategi pendidikan komprehensif yakni…

    Haaland Bawa Norwegia ke 16 Besar, Pantai Gading Tersingkir Dramatis

    Juli 1, 2026

    Sengkarut Jalur Zonasi di Samarinda, Siswa Palaran Terlempar 7 Kilometer ke Seberang

    Juli 1, 2026

    Kopdes Merah Putih dan BUMDes, Beriringan Fokus Lengkapi Ekonomi Desa

    Juli 1, 2026

    Cegah TB dan HIV Diperkuat, Kelompok Usia Produktif Jadi Penyumbang Terbanyak di Samarinda

    Juli 1, 2026
    1 2 3 … 3,184 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.