Insitekaltim, Samarinda – Kebijakan work from home (WFH) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tidak hanya meningkatkan kepatuhan ASN, tetapi juga berdampak pada efisiensi anggaran, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM).
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda Suparmin mengungkapkan, dari hasil perhitungan sistem dashboard, penghematan BBM dalam satu hari mencapai sekitar Rp16 juta.
“Penghematan dihitung dari jarak tempuh pegawai, jenis kendaraan, hingga konsumsi BBM rata-rata. Itu diakumulasi secara keseluruhan,” jelasnya pada Jumat, 24 April 2026 di Gedung Diskominfo Kota Samarinda.
Ia menyebutkan, jumlah ASN yang menjalankan WFH tercatat sebanyak 758 orang dari total sekitar 802 pegawai yang dipantau, atau setara dengan 94,5 persen tingkat kepatuhan.
Menurutnya, sistem yang digunakan mampu mengukur dua hal sekaligus, yakni tingkat kepatuhan ASN terhadap kebijakan serta efisiensi yang dihasilkan.
“Dengan dashboard ini kita bisa melihat kepatuhan dan juga efisiensi, termasuk penghematan BBM,” ujarnya.
Kebijakan WFH sendiri diterapkan pada 20 organisasi perangkat daerah (OPD) yang masuk kategori wajib, sementara beberapa instansi seperti Dinas Kesehatan dan Satpol PP tetap bekerja penuh di kantor (work from offic).
Suparmin menambahkan, angka kepatuhan berpotensi lebih tinggi, mengingat masih ada sebagian kecil pegawai yang belum tercatat dalam sistem akibat kendala teknis.
“Ada kemungkinan yang belum terdata karena belum terbiasa menggunakan aplikasi, tapi jumlahnya kecil,” pungkasnya.

