Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting melalui Rapat Koordinasi Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak yang digelar di Gedung PKK Kota Samarinda, Rabu, 29 April 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 Wita tersebut melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan terkait. Rapat ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri.
Dalam keterangannya, Saefuddin menegaskan, kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menekan angka stunting di Kota Tepian.
Ia menyebutkan, tren penurunan stunting di Samarinda menunjukkan perkembangan positif dari tahun ke tahun.
“Kegiatan pagi ini adalah salah satu upaya untuk mengurangi stunting yang ada di Kota Samarinda. Alhamdulillah, kalau kita lihat, angka stunting makin lama makin turun,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka tersebut. Seluruh OPD dan pihak terkait diminta untuk terus bersinergi dalam menjalankan program intervensi, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan.
Menurplutnya, salah satu kunci utama dala@m pencegahan stunting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang tua, untuk rutin memantau tumbuh kembang anak melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
“Koordinasi seluruh OPD dan pemangku kepentingan sangat penting agar penurunan stunting bisa lebih cepat. Pencegahan harus berjalan bersama-sama,” jelasnya.
Ia juga menyoroti masih adanya sejumlah kecamatan dengan tingkat partisipasi masyarakat yang belum optimal dalam kegiatan Posyandu. Hal ini menjadi perhatian serius, karena kehadiran anak di Posyandu sangat berpengaruh terhadap deteksi dini masalah gizi.
“Dari beberapa kecamatan itu ada yang tingkat kehadirannya masih rendah. Ini menjadi catatan kita. Kegiatan ke Posyandu itu penting, terutama untuk menimbang anak setiap bulan,” tambahnya.
Saefuddin menjelaskan bahwa rendahnya partisipasi tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti kurangnya kesadaran masyarakat maupun kebiasaan yang belum terbentuk.
Oleh karena itu, ia mendorong peran aktif Puskesmas, lurah, hingga kader kesehatan untuk terus mengedukasi masyarakat.
“Harus ada gerakan dari Puskesmas, lurah, dan semua pihak untuk mendorong ibu-ibu membawa anaknya ke Posyandu. Kita perlu semangat bersama agar anak-anak rutin ditimbang setiap bulan,” tegasnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemkot Samarinda berharap intervensi stunting dapat berjalan lebih efektif dan merata di seluruh wilayah. Dengan sinergi yang kuat, target penurunan stunting di Kota Samarinda diharapkan dapat tercapai secara optimal.

