Insitekaltim, Samarinda – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda Supriyanto, memaparkan rencana pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilakukan secara menyeluruh di Kota Samarinda.
Hal itu disampaikan usai agenda sosialisasi bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), di mana BPS menjelaskan tujuan metode, serta jadwal pelaksanaan sensus yang akan berlangsung mulai Mei hingga 31 Agustus 2026.
Supriyanto menjelaskan sensus ekonomi tahun ini akan mencakup seluruh pelaku usaha di Samarinda dengan metode pendataan langsung (door to door).
Untuk perusahaan besar BPS akan menggunakan metode digital, melalui penyebaran tautan kuesioner yang direncanakan mulai awal Juni.
“Pendataan langsung ke rumah tangga akan dimulai pada 15 Juni sampai 31 Agustus 2026. Sementara untuk perusahaan besar, kami siapkan mekanisme pengisian data secara online,” jelasnya, Selasa 28 April 2026.
Ia menegaskan sensus ekonomi 2026 mencakup hampir seluruh sektor usaha, termasuk sektor pertanian yang sebelumnya tidak didata pada sensus 2016.
Menurutnya, langkah ini diambil karena adanya potensi pengembangan usaha turunan dari sektor pertanian ke sektor industri.
“Contohnya petani pisang yang tidak hanya menjual hasil panen, tetapi juga mengolah menjadi produk seperti keripik. Begitu juga peternak yang bisa mengembangkan produk turunan seperti dendeng,” ujarnya.
Selain membahas sensus ekonomi BPS, juga menyinggung data kependudukan di Samarinda, termasuk tren urbanisasi, migrasi, hingga proyeksi jumlah penduduk ke depan.
Supriyanto menjelaskan, pendataan penduduk dilakukan setiap 10 tahun melalui sensus, kemudian dilanjutkan dengan proyeksi untuk beberapa tahun ke depan.
Selain itu, BPS juga melakukan survei rutin seperti Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) untuk memantau dinamika penduduk.
“Dari survei tersebut kita bisa melihat tren migrasi, fertilitas, hingga perubahan demografi lainnya,” katanya.
Ia menambahkan proyeksi penduduk Kota Samarinda bahkan telah disusun hingga tahun 2035 dan dapat diakses melalui situs resmi BPS.
Namun, data tersebut akan terus diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini.
Menurutnya, kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi faktor penting yang memengaruhi pergerakan penduduk di Kalimantan Timur, termasuk Samarinda.
“IKN akan menjadi magnet baru yang menarik arus penduduk. Ini harus menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan termasuk mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk,” tegasnya.
BPS pun membuka ruang bagi masyarakat maupun pihak terkait untuk mengakses data lebih lanjut, termasuk proyeksi dan tren kependudukan, sebagai bahan perencanaan ke depan.

