Insitekaltim, Samarinda – Pihak manajemen PT Budiduta Agro Makmur menegaskan komitmennya dalam menyelesaikan konflik lahan yang terjadi dengan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Manager PT Budiduta Agro Makmur Adi Arianto menyampaikan, proses penyelesaian saat ini masih terus berjalan dan dilakukan bersama pemerintah daerah.
Menurutnya, perusahaan bersama pemerintah berupaya agar persoalan yang ada tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Intinya kami bersama pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan yang ada, supaya tidak terus berkepanjangan,” ujarnya saat diwawancarai, Senin 27 April 2026.
Ia menjelaskan sebagian lahan masyarakat yang masuk dalam area perusahaan telah diselesaikan, dengan luasan yang mencapai puluhan hingga ratusan hektare.
“Beberapa lahan masyarakat sudah kita selesaikan. Progresnya memang bertahap, tapi tetap berjalan,” katanya.
Terkait status Hak Guna Usaha (HGU) khususnya HGU 01 dan HGU 09, Adi menyebut saat ini masih dalam proses administrasi.
Ia menegaskan secara aturan, pengajuan yang dilakukan telah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Secara yuridis sebenarnya sudah sesuai. Namun ada perubahan regulasi sehingga prosesnya belum tuntas,” jelasnya.
Mengenai isu plasma yang menjadi perhatian masyarakat, Adi memastikan bahwa program tersebut tetap menjadi bagian dari komitmen perusahaan.
Pelaksanaannya, kata dia, mengikuti ketentuan yang diatur dalam regulasi yang berlaku.
“Plasma tetap ada. Mekanismenya bisa melalui pola di luar HGU atau skema lain sesuai aturan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perusahaan telah menindaklanjuti sejumlah usulan masyarakat terkait plasma, salah satunya dari Desa Loa Sumber, Kutai Kartanegara (Kukar) dengan total luasan yang sedang diproses.
“Ada sekitar 134 hektare yang kami tindak lanjuti, termasuk tambahan sekitar 34 hektare yang juga sudah kami ajukan ke pemerintah untuk diproses,” jelasnya.
Adi menegaskan, proses HGU dan plasma saat ini berjalan secara paralel dan terus dikoordinasikan dengan pihak terkait.
“Semua tetap berproses, baik HGU maupun plasma. Kami berharap ke depan bisa selesai bertahap dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” tutupnya.

