Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda Saefuddin Zuhri mendorong pemuda di Kota Tepian untuk memanfaatkan pendidikan vokasi sebagai jalur pengembangan keterampilan dan bekal memasuki dunia kerja.
Hal itu disampaikan Saefuddin saat menghadiri workshop terkait peluang dan pertumbuhan pekerjaan di era transisi energi yang digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Rabu, 2 September 2026.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya dapat ditempuh melalui jalur perguruan tinggi. Pelatihan vokasi juga memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Ia mengajak anak muda, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan.
“Anak-anak, remaja-remaja yang kegiatannya tidak salah satunya adalah tidak bisa meneruskan kuliah selanjutnya bisa masuk ke BVP,” ujar Saefuddin.
Ia menilai keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan vokasi dapat menjadi bekal tambahan bagi generasi muda untuk meningkatkan daya saing. Bahkan, menurutnya, pendidikan formal dan pelatihan keterampilan dapat dijalankan secara beriringan.
“Syukur-syukur kalau keahliannya itu bisa double, dalam arti kemampuan untuk pelatihan juga ada, kuliah jalan terus,” katanya.
Saefuddin juga menekankan pentingnya pengembangan keterampilan secara berkelanjutan melalui konsep reskilling dan upskilling. Pemuda didorong tidak hanya menguasai satu kemampuan, tetapi terus mengasah kompetensi agar mampu mengikuti perubahan kebutuhan dunia kerja.
“Reskilling atau mempelajari keahlian baru, dan upskilling meningkatkan keahlian yang ada. Kemampuan-kemampuan kalian diasah terus. Manfaatkan fasilitas pelatihan vokasi ini yang ada di BVP,” tuturnya.
Ia mengatakan, pembangunan Kota Samarinda ke depan tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu, generasi muda yang saat ini mengikuti pendidikan maupun pelatihan dipandang sebagai calon penerus pembangunan daerah.
Saefuddin berpesan agar peserta dan alumni BPVP Samarinda serius memanfaatkan kesempatan memperoleh keterampilan. Menurutnya, kedisiplinan dalam mengikuti pelatihan menjadi salah satu modal untuk membentuk SDM yang mampu bersaing.
“Kalian adalah pemilik masa depan Kota Samarinda,” tegasnya.
Di sisi lain, penguatan pendidikan dan pelatihan keterampilan juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan masyarakat menghadapi perubahan struktur pekerjaan akibat transisi energi. Peralihan dari sektor energi fosil menuju energi yang lebih ramah lingkungan dinilai membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi baru.
Karena itu, keberadaan lembaga pelatihan vokasi seperti BPVP Samarinda diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh keterampilan yang relevan dengan perkembangan dunia kerja.
“Kalau itu bisa dilaksanakan, insya Allah kalian menjadi orang yang mampu, menjadi orang yang bisa bersaing dengan yang lainnya, dan bisa memberikan nilai plus untuk Kota Samarinda yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

