Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Juni 15, 2026

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Walikota Salurkan 113 Mesin Kapal Untuk Nelayan Bontang
    Advertorial

    Walikota Salurkan 113 Mesin Kapal Untuk Nelayan Bontang

    MartinusBy MartinusNovember 3, 201802 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email
    Insitekaltim Bontang– Walikota Bontang Neni Moerniaeni terus melakukan terobosan demi kesejahteraan warga Bontang. Kali ini perhatian terhadap para nelayan, dimana Pemkot Bontang mengkonversi penggunaan bahan bakar minyak ke Bahan Bakar Gas, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) sebanyak 113 paket bantuan mesin kapal disalurkan, Jumat (28/10/2018) lalu.
    Neni menyebutkan, dimana ratusan nelayan tangkap itu berkapasitas 5 GT (gross ton) ke bawah. Program ini sepenuhnya didanai pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
    Tentu, penggunaan BBM ke BBG di kalangan nelayan, akan sangat membantu peningkatan perekonomian nelayan. Pasalnya, penggunaan gas sebagai bahan bakar kapal nelayan jauh lebih irit dibanding BBM sejenis solar yang selama ini digunakan. Selain itu, BBG  ramah lingkungan,”ucapnya
    Neni Morniaeni berharap, program konversi penggunaan BBG ini terus berlanjut dan bisa mengkaver seluruh nelayan tangkap dengan ukuran kapal 5 GT ke bawah. Neni optimis, dimana program tersebut mendapat dukungan dari pusat, mengingat  Bontang, memang dikenal sebagai kota industri pengolahan gas terbesar di Indonesia.
    “Kami berharap,program konversi penggunaan BBG ini terus berlanjut. Bukan hanya di sektor perikanan tangkap, tapi juga meluas ke sektor usaha kecil lain. Termasuk untuk kebutuhan kendaraan.” ungkapnya
    Kepala DKP3 Aji Erlynawati mengaku program ini sudah pernah diusulkan pada tahun 2016. Namun, setahun selepas itu, ada daerah lebih membutuhkan akibat terkena bencana, sehingga bantuan untuk Bontang dialihkan ke daerah tersebut. “Kita menunggu 2 tahun, barulah bantuan tersebut bisa terealisasi tahun ini,” Kata Aji Erlynawati.
    Dia menambahkan, saat ini jumlah rumah tangga nelayan di Bontang berjumlah 3.164 orang. Tapi untuk mendapatkan bantuan tersebut harus terverifikasi terlebih dahulu oleh Pemkot Bontang melalui dinas DKP3.(sumber_ppidbtng)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    DPRD Nilai Komitmen Pemkot dalam Memajukan UMKM Semakin Terlihat

    Juni 11, 2026

    Nilai TKA Tinggi, DPRD Minta Disdik Petakan Sekolah yang Masih Tertinggal

    Juni 10, 2026

    Pengunjung Pasar Pagi Anjlok, DPRD Samarinda Minta Pemkot Fokus Benahi Masalah

    Juni 10, 2026

    Samarinda Bangun PLTSa, DPRD Pertanyakan Nasib 10 Insinerator yang Sudah Dibeli

    Juni 9, 2026

    Penataan SKM Kini Berpayung Hukum, Bangunan di Bantaran Ditertibkan Bertahap

    Juni 9, 2026

    Sempadan Sungai Bisa Atasi Banjir, DPRD Masih Cari Celah Kewenangan

    Juni 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Spanduk ‘Tanah Dijual’ Muncul di Atas Bukit Terowongan Samarinda, Bagaimana Respon DPRD Kota?

    Nur AjijahJuni 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Terowongan Samarinda atau Terowongan Selili merupakan proyek infrastruktur strategis sepanjang 690 meter yang…

    Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan, Karyawan UMKM Mengadu ke DPRD

    Juni 15, 2026

    Repatriasi Keuntungan Investor Asing Ikut Melemahkan Nilai Tukar

    Juni 15, 2026

    Hipertensi Jadi Penyakit Terbanyak di Kaltim, Diabetes Menempati Urutan Kedua

    Juni 15, 2026

    Kebutuhan Sekolah di Kaltim Belum Terpenuhi, Revitalisasi dari Pusat Belum Menjawab Persoalan

    Juni 15, 2026
    1 2 3 … 3,147 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.