Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    April 15, 2026

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Perdana Digelar, BPSDM Kaltim Tingkatkan Kompetensi ASN di Bidang Penulisan dan Publikasi

    April 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pasuruan»Tutur Pasuruan Jadi Sentra Paprika Terbesar di Jatim, Petani Raup Omzet hingga Rp30 Juta per Bulan
    Pasuruan

    Tutur Pasuruan Jadi Sentra Paprika Terbesar di Jatim, Petani Raup Omzet hingga Rp30 Juta per Bulan

    Rahmat FGBy Rahmat FGJanuari 13, 2026Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Camat Tutur Hendri Candra Wijaya bersama petani paprika, Eddy Sudarsono
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Pasuruan — Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan dikenal sebagai salah satu kawasan agrowisata unggulan. Namun tak banyak yang mengetahui, wilayah ini juga menjadi sentra penghasil paprika terbesar di Jawa Timur (Jatim) bahkan satu-satunya dengan skala produksi signifikan di provinsi tersebut.

    Kondisi geografis Kecamatan Tutur yang berada di lereng Gunung Bromo, dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk budidaya paprika. Iklim sejuk dan kualitas tanah yang baik membuat tanaman paprika tumbuh subur dan menjadi komoditas andalan petani setempat.

    Salah satu petani paprika di Kecamatan Tutur Eddy Sudarsono, warga Dusun Yitnan, Desa Tlogosari. Selama bertahun-tahun dirinya mengembangkan budidaya paprika di dua greenhouse miliknya. Saat ini, sekitar 4.000 pohon paprika tengah memasuki masa panen.

    Paprika dipanen dalam berbagai warna, mulai dari hijau, merah, hingga kuning. Namun, waktu panen disesuaikan dengan permintaan pasar.

    “Semua tergantung pangsa pasar. Yang paling banyak diminta, itu yang kita panen,” ungkapnya saat ditemui di kebunnya Selasa, 13 Januari 2026.

    Dalam satu pohon, Eddy mampu memanen sekitar 3 hingga 5 kilogram paprika. Paprika hijau menjadi jenis yang paling banyak dipanen karena permintaannya tinggi dan harganya relatif terjangkau.

    “Kalau paprika hijau harganya Rp22 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram. Yang merah sekitar Rp35 ribu, sedangkan yang kuning bisa sampai Rp45 ribu per kilogram,” jelasnya.

    Hasil panen paprika dari Kecamatan Tutur tidak hanya dipasarkan secara lokal, tetapi juga telah menembus pasar nasional. Produk paprika dari kebun Eddy dikirim hingga ke Jakarta, Kalimantan, bahkan Papua. Sebagian pembeli bahkan datang langsung ke kebun untuk mengambil hasil panen.

    “Tinggal dipanen, pembeli sudah datang sendiri,” katanya.

    Dari penjualan paprika tersebut, Eddy mengaku mampu meraih omzet kotor hingga Rp30 juta per bulan. Setelah dikurangi biaya perawatan dan tenaga kerja, pendapatan bersih yang diterima berkisar antara Rp15 juta hingga Rp20 juta.

    “Alhamdulillah, hasilnya bisa untuk tabungan dan memperluas kebun,” ujarnya.

    Sementara itu, Camat Tutur Hendri Candra Wijaya menyebutkan, saat ini ratusan ribu tanaman paprika tumbuh dan berkembang di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tutur.

    “Sebarannya ada di beberapa desa, tetapi yang paling banyak memang di Desa Tlogosari,” kata Hendri.

    Dengan potensi besar tersebut, pihak kecamatan berharap budidaya paprika di Tutur terus dikembangkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

    “Kecamatan Tutur ini bisa dibilang gudangnya paprika nasional. Harapannya ke depan terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas,” pungkasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Rahmat FG

    Related Posts

    DPRD dan Kejari Pasuruan Perkuat Sinergi Hukum Demi Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel

    Maret 3, 2026

    Udeng dan Kaweng Tengger Dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Nasional

    Februari 27, 2026

    Selama Ramadan, Wali Kota Pasuruan Pastikan Stok Bahan Pokok Aman dan Harga Terkendali

    Februari 20, 2026

    RSUD Grati Luncurkan Smart Operating Theatre, Layanan Bedah Kian Aman dan Terintegrasi

    Februari 19, 2026

    Jelang Ramadan 1447 H, Ketua DPRD Pasuruan Ajak Warga Jaga Kondusivitas dan Kebersamaan

    Februari 18, 2026

    Sambut Ramadan dan Hari Jadi Kota, Dispendikbud Pasuruan Gelar Lomba Mewarnai Anak TK

    Februari 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sukri Dorong Penguatan Literasi Jurnalistik di OPD, Tekankan Pentingnya Verifikasi Informasi

    Andika SaputraApril 15, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) Mohammad Sukri mengapresiasi…

    Isu Kepesertaan Menguat, Kadinkes Samarinda Minta Publik Pahami Batas Kewenangan

    April 15, 2026

    Perdana Digelar, BPSDM Kaltim Tingkatkan Kompetensi ASN di Bidang Penulisan dan Publikasi

    April 15, 2026

    Andi Harun Tegaskan Samarinda Mampu Bayar Tapi Secara Hukum Tidak Benar

    April 14, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026
    1 2 3 … 3,057 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.