Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Kaltim»Tiket ke Kaltim Menipis, Calon Penumpang Terpaksa “War” hingga Transit Luar Negeri
    Kaltim

    Tiket ke Kaltim Menipis, Calon Penumpang Terpaksa “War” hingga Transit Luar Negeri

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 9, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Gambar ilustrasi kepadatan bandara oleh para penumpang.(Ai)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Akses penerbangan menuju Kalimantan Timur (Kaltim) tengah berada dalam tekanan tinggi. Tiket ke Bandara APT Pranoto dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dilaporkan semakin sulit didapat dalam beberapa hari terakhir.

    Lonjakan permintaan membuat ketersediaan kursi penerbangan di sejumlah maskapai nyaris habis. Situasi ini memaksa calon penumpang berburu tiket secara intens—fenomena yang kini dikenal sebagai “war ticket”.

    Bahkan, pemesanan yang dilakukan hari ini belum tentu bisa digunakan dalam waktu dekat. Banyak calon penumpang baru mendapatkan jadwal keberangkatan paling cepat pada pertengahan pekan depan.

    “Saya sudah war tiket mulai Selasa tadi, dapatnya pesawat Garuda pagi. Selebihnya tidak ada. Rabu baru ada lagi. Ga tau kalau sekarang,” ujar Pendi, salah satu calon penumpang di Jakarta pada 9 April 2026.

    Tak hanya langka, harga tiket juga melonjak tajam hingga jauh di atas tarif normal. Dalam beberapa kasus, penumpang harus menyusun perjalanan berlapis dengan membeli tiket ke kota lain terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke Kaltim.

    Namun, opsi transit domestik kini juga semakin terbatas. Jalur yang biasanya menjadi penghubung seperti Surabaya, Makassar, hingga Pontianak dilaporkan tidak lagi menyediakan penerbangan lanjutan ke Samarinda maupun Balikpapan dalam waktu dekat.

    Sebagai gantinya, sebagian penumpang justru memilih rute tidak biasa dengan transit internasional melalui Kuala Lumpur atau Singapura sebelum kembali masuk ke Kaltim.

    “Kalau pekan ini, opsi yang ada justru lewat Kuala Lumpur atau Singapura. Itu pun harus transit internasional dulu baru bisa lanjut ke Kaltim. Harga tiketnya minimal Rp4 juta,” kata Beni, calon penumpang lainnya.

    Alternatif lain memang masih tersedia, yakni menggunakan kelas bisnis. Namun, harga yang ditawarkan tergolong sangat tinggi dan tidak terjangkau bagi sebagian besar masyarakat.

    “Kalau tidak bisa lewat Kuala Lumpur atau Singapura, bisa pakai kelas bisnis. Tapi harganya Rp12 juta sampai Rp15 juta,” tambahnya.

    Kondisi ini menjadi kendala serius, terutama bagi penumpang dari kalangan pekerja. Banyak di antara mereka yang akhirnya tertahan karena tidak mampu menjangkau harga tiket yang melonjak.

    Athar, salah satu penumpang, mengaku telah tertahan di Jakarta selama sepekan akibat kesulitan mendapatkan tiket.

    “Saya sudah seminggu di Jakarta. Baru dapat tiket hari Minggu ini. Itupun setelah istri di Samarinda tidak berhenti war tiket mulai pagi,” ungkapnya.

    Hingga kini, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab kelangkaan tiket penerbangan ke Kaltim. Namun, tingginya permintaan yang tidak sebanding dengan kapasitas penerbangan diduga menjadi faktor utama.

    Situasi ini membuat perjalanan udara ke Kaltim berubah menjadi ajang adu cepat. Kecepatan memantau aplikasi dan strategi pemesanan kini menjadi penentu utama bagi calon penumpang untuk bisa mendapatkan kursi penerbangan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    9 Jam Berjibaku, Warga dan Relawan Padamkan Kebakaran 4 Hektare di Prangat Baru

    Agustus 19, 2026

    Impian Sejak SMP Terwujud, Beatrice Limbong Jadi Pembawa Baki HUT ke-81 RI di Kaltim

    Agustus 17, 2026

    BMKG Catat 78 Titik Panas di Kaltim, Puncak Kemarau Diprediksi Terjadi Agustus

    Juli 19, 2026

    Kaltim Bidik Pertahankan Juara Umum MTQN, LPTQ Tekankan Pembinaan Berbasis Pengabdian

    Juli 14, 2026

    Produksi Ikan Kaltim Meningkat, DKP Pastikan Pasok Bahan Baku MBG Aman

    Juli 13, 2026

    PT PSB Hanya Kirim Kuasa Hukum, Komisi IV DPRD Kaltim Tunda Pembahasan Hasil Supervisi

    Juni 29, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Andika SaputraAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Aris Mulyanata…

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.