Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Disdag Ultimatum: Pedagang Pasar Pagi, Agustus Seluruh Kios Harus Sudah Ditempati

    Juni 25, 2026

    Canangkan Desa Cantik di PPU, Harum Dorong Pembangunan Berbasis Data

    Juni 25, 2026

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan
    Diskominfo Kaltim

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaMei 13, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekda Sri Wahyuni didampingi Kadis Perindagkop Heni Purwaningsih saat menghadiri kegiatan (Ist / Humas Pemprov)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah.

    Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah optimalisasi Temindung Creative Hub (TCH) sebagai ruang kolaborasi sekaligus inkubasi bagi pelaku ekraf di Benua Etam.

    Berlokasi di kawasan eks Bandara Temindung Samarinda, TCH kini menjelma menjadi pusat aktivitas kreatif yang rutin menggelar berbagai agenda, mulai dari pameran, pertunjukan seni, hingga promosi produk lokal. Kehadiran fasilitas ini dinilai mampu mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem ekraf.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menegaskan, pentingnya konektivitas dan kolaborasi dalam pengembangan sektor ini. Hal itu disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Penguatan Strategi Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Daerah (Rindekrafda) Kaltim 2026–2030 di TCH, Rabu, 13 Mei 2026.

    “Tagline Temindung Creative Hub, Connect, Collaborate, Contribute, sangat relevan. Pelaku ekraf tidak hanya perlu terhubung dan berkolaborasi, tetapi juga harus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

    Menurut Sri Wahyuni, TCH diharapkan tidak sekadar menjadi ruang kegiatan, melainkan berkembang sebagai pusat inkubasi yang mampu melahirkan pelaku usaha kreatif yang mandiri dan berdaya saing.

    Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya penyusunan Rindekrafda 2026–2030 secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak. Mulai dari komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Kaltim.

    “Perlu ditentukan subsektor unggulan yang bisa menjadi penggerak. Dari satu subsektor, diharapkan mampu memicu pertumbuhan subsektor lainnya,” jelasnya.

    Sebagai contoh, subsektor seni pertunjukan dinilai memiliki efek berantai yang kuat karena dapat mendorong perkembangan sektor lain seperti musik, desain, hingga fesyen. Hal ini menunjukkan bahwa ekraf merupakan sektor yang saling terhubung dan tidak dapat berdiri sendiri.

    Dari sisi kontribusi ekonomi, sektor ekraf Kaltim terus mengalami peningkatan. Pada 2023, kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 5,61 persen atau senilai Rp29,43 triliun. Angka ini kemudian meningkat menjadi 6,19 persen pada 2025.

    Subsektor kuliner masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp18,16 triliun atau 61,70 persen. Disusul fesyen sebesar Rp4,11 triliun (13,98 persen), serta kriya Rp2,91 triliun (9,90 persen).

    Ke depan, Pemprov Kaltim akan memprioritaskan pengembangan subsektor unggulan seperti kuliner, kriya dan wastra, serta aplikasi. Sementara itu, subsektor seperti seni pertunjukan, fotografi, videografi, film, dan musik tetap didorong sebagai sektor potensial.

    Sri Wahyuni menegaskan, penguatan ekraf harus dimulai dari pemetaan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, setiap rantai nilai dapat dikawal agar memberikan dampak maksimal bagi perekonomian daerah.

    “Ekraf diharapkan menjadi penggerak utama diversifikasi ekonomi Kaltim, sekaligus menciptakan multiplier effect bagi sektor lainnya,” pungkasnya.

    Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Ririn Sari Dewi serta sejumlah pelaku ekonomi kreatif dari berbagai subsektor di Kaltim.

     

    Ekonomi kreatif Sekda Kaltim Sri Wahyuni Temindung Creative Hub (TCH)
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Sekda Sri Wahyuni Akui: Memasuki Smester II-2026, PAD Kaltim Baru Capai 36 Persen

    Juni 24, 2026

    Sri Wahyuni Tegaskan Hibah Rp170 Miliar ke LPTQ Sesuai Mekanisme, Sama Dengan Hibah Organisasi/Lembaga Lain

    Juni 23, 2026

    Paripurna DPRD Kaltim Tertunda, Sekda Bantah Pemprov Sengaja Abaikan Agenda Dewan

    Juni 22, 2026

    Tiga Tahun Terakhir, Qari dan Qariah Kaltim Ukir 90 Prestasi di Kancah Nasional hingga Internasional

    Juni 22, 2026

    Pemprov Kaltim Kucurkan Anggaran Kematangan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Bukit Biru

    Juni 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Disdag Ultimatum: Pedagang Pasar Pagi, Agustus Seluruh Kios Harus Sudah Ditempati

    Nur AjijahJuni 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Untuk menghidupkan aktivitas perdagangan di pasar, yang hingga kini masih dikeluhkan sejumlah…

    Canangkan Desa Cantik di PPU, Harum Dorong Pembangunan Berbasis Data

    Juni 25, 2026

    Hasil Investigasi Kemenkes, Dugaan Kawat Tertinggal di Jantung Pasien RSUD AWS Masih Ditunggu

    Juni 24, 2026

    Gedung Pandurata, Disiapkan Pemprov Kaltim Untuk Atasi Kepadatan RSUD AWS

    Juni 24, 2026

    Utang 2025 Lunas, DKPP Samarinda Fokus Perkuat Ketahanan Pangan

    Juni 24, 2026
    1 2 3 … 3,169 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.