Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    Juli 22, 2026

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Kaltim»Tanpa Roadmap, Perlindungan Anak di Kaltim Tak Terarah
    DPRD Kaltim

    Tanpa Roadmap, Perlindungan Anak di Kaltim Tak Terarah

    SittiBy SittiJuli 23, 202502 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi PKS Agusriansyah Ridwan
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai belum memiliki arah kerja yang jelas dalam membangun sistem perlindungan anak. Ketiadaan roadmap dan lemahnya regulasi menyebabkan program perlindungan cenderung tambal sulam dan tidak terukur dampaknya.

    Penilaian ini muncul dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Kaltim dengan Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) di Gedung DPRD Kaltim, Senin, 21 Juli 2025.

    Anggota Komisi IV DPRD Kaltim dari Fraksi PKS Agusriansyah Ridwan menyoroti belum adanya perencanaan jangka menengah yang konkret. Menurutnya, tanpa dokumen kerja yang terarah, lembaga seperti KPAD akan sulit mengakses anggaran dan gagal mendorong kebijakan lintas sektor.

    “Kalau tidak ada roadmap, kerja mereka sering tidak terdeteksi. Akhirnya sulit diukur dan tidak berdampak,” ucap Agusriansyah usai RDP.

    Dari 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur, hanya Mahakam Ulu yang belum menyandang predikat layak anak. Ia menganggap kondisi ini sebagai indikator lemahnya sistem perlindungan yang seharusnya dibangun melalui kerja kolaboratif antarlembaga.

    Data dari Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) menunjukkan tren kekerasan terhadap anak kembali meningkat pada 2024, setelah sempat turun di tahun sebelumnya. Samarinda tercatat sebagai wilayah dengan angka kekerasan anak tertinggi.

    “Ini alarm serius. Kita tidak bisa terus bergerak reaktif. Harus ada sistem, data terintegrasi, dan arah kebijakan yang memandu semua lembaga bergerak bersama,” ujar Agusriansyah.

    Ia mendorong agar roadmap tidak sekadar formalitas dokumen, tetapi benar-benar memuat indikator, target lintas sektor, hingga strategi sinergi dengan swasta dan komunitas. Keterlibatan BKKBN, Dinas Sosial, hingga pelaku dunia usaha disebutnya sangat penting dalam membangun lingkungan ramah anak.

    Agusriansyah juga menekankan pentingnya forum-forum seperti RDP menghasilkan kesepakatan operasional, bukan hanya wacana. Ia mengingatkan bahwa perlindungan anak bukanlah agenda tahunan, melainkan investasi jangka panjang bagi kualitas generasi Kalimantan Timur.

    “Kalau arah kerjanya saja tidak jelas, bagaimana bisa kita siapkan masa depan yang aman dan layak bagi anak-anak?” ucapnya.

    Ia berharap DP3A dan KPAD segera menyusun perencanaan terpadu yang dilengkapi pemetaan masalah dan pendekatan berbasis data. Koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan penguatan regulasi di daerah menjadi langkah mendesak.

    “Jangan tunggu makin banyak korban baru bergerak. Kita perlu langkah nyata, bukan hanya program seremonial,” tambahnya.

    Agusriansyah Ridwan DP3A KPAD RDP
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026

    161 Aspirasi Masuk Kamus Usulan DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud Tekankan Integrasi ke Program Daerah

    Maret 22, 2026

    Pansus Pokir DPRD Kaltim Rampung, Pengesahan Tunggu Gubernur dan Wagub

    Maret 16, 2026

    Damayanti Ingatkan DPRD Kaltim Perjuangkan Aspirasi Masyarakat dalam Pengelolaan Anggara

    Maret 16, 2026

    Dorong Pengesahan Pokir DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi dan Husni Fahruddin Tekankan Pentingnya Kesepakatan Paripurna

    Maret 16, 2026

    Pansus DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Pembahasan Renja 2027 dalam Rapat Paripurna

    Maret 16, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    DWP Kaltim Dorong Pemberdayaan Anggota Lewat Peluang Ekonomi Kreatif Hampers

    R’syaJuli 22, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Atikah Ujang mendorong…

    Pemkot Samarinda Siapkan Perwali untuk Akhiri Tumpang Tindih Program dan Data Antar-OPD

    Juli 22, 2026

    Andi Harun Bantah Jembatan Mahkota II Gelap karena Tak Ada Anggaran, Kabel Dicuri Saat APBD Berjalan

    Juli 22, 2026

    Dugaan Maladministrasi Pegawai Disdag Samarinda Rampung Diperiksa, Sanksi Tunggu BKPSDM

    Juli 22, 2026

    Srikandi Merdeka Cup 2026 Jaring Talenta Timnas Putri U-17

    Juli 22, 2026
    1 2 3 … 3,232 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.