Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    September 27, 2026

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Tanggapi Banjir Samarinda, Seno Aji Soroti Pendangkalan Sungai Mahakam
    Diskominfo Kaltim

    Tanggapi Banjir Samarinda, Seno Aji Soroti Pendangkalan Sungai Mahakam

    AminahBy AminahMei 28, 2025Updated:Juni 3, 202503 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Dalam rentang waktu kurang dari sebulan, Kota Tepian kembali diterjang dua kali banjir besar. Bencana yang melanda pada 12 dan 27 Mei 2025 tersebut menyebabkan genangan di 36 titik, memicu longsor, pohon tumbang, serta menelan korban jiwa. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tak tinggal diam menghadapi situasi ini.

    Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji saat ditemui usai rapat paripurna di Gedung B DPRD Kaltim, Rabu, 28 Mei 2025, mengaitkan kejadian banjir yang berulang ini dengan kondisi Sungai Mahakam dan sejumlah danau di sekitarnya. Menurutnya, salah satu penyebab tingginya risiko banjir adalah pendangkalan sungai yang tidak ditangani selama bertahun-tahun.

    “Memang ini ada bencana daerah yang cukup besar, mulai dari Samarinda sampai ke Mahakam Ulu,” katanya. Ia menyebut, diskusi telah dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan pengecekan langsung terhadap Sungai Mahakam, Danau Semayang, dan kawasan perairan lainnya.

    Seno menjelaskan, pengerukan terakhir di Sungai Mahakam terjadi lebih dari dua dekade lalu. Sejak saat itu, endapan lumpur dan sedimen terus bertambah, menyebabkan volume air yang dapat ditampung sungai menurun drastis.

    “Sudah lama Sungai Mahakam tidak dikeruk, ini sudah puluhan tahun, 25 tahun tidak dikeruk dan terjadi pendangkalan,” ujarnya.

    Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menghambat aliran air dari hulu ke hilir, memperparah banjir ketika hujan deras melanda. Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meminta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menjadikan normalisasi Sungai Mahakam sebagai bagian dari program prioritas nasional.

    “Kami meminta Kementerian PUPR untuk ada program pengerukan Sungai Mahakam. Ini akan jadi pengurangan beban yang besar dan air bisa cepat turun ke hilir,” ungkapnya.

    Pendangkalan sungai disebut menjadi isu struktural yang tidak hanya berdampak pada Samarinda, tetapi juga wilayah lain seperti Kutai Kartanegara dan Mahakam Ulu. Aliran sungai yang tersendat menjadi penyebab air tertahan lebih lama, meningkatkan potensi banjir saat musim hujan tiba.

    Sementara itu, dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, banjir 27 Mei 2025 mencakup kawasan padat penduduk, merendam rumah, sekolah, hingga fasilitas umum. Beberapa warga terpaksa dievakuasi, dan pelayanan publik sempat terganggu.

    Situasi tersebut memunculkan desakan agar pengerukan sungai tidak hanya bersifat insidental, melainkan menjadi bagian dari kebijakan jangka panjang. Masyarakat berharap penanganan banjir bukan lagi reaktif, melainkan berbasis pencegahan dan penguatan infrastruktur air.

    Pemerintah Provinsi juga disebut akan mengkaji ulang sistem drainase di kota-kota besar, serta mengevaluasi tata ruang dan sistem pembangunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Mahakam. Kolaborasi lintas sektor dengan kementerian, pemerintah kabupaten/kota, dan akademisi menjadi salah satu opsi untuk mengatasi persoalan ini secara menyeluruh.

    Selain itu, masyarakat diminta untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah ke sungai maupun drainase, karena penyumbatan saluran air turut memperparah genangan.

    Banjir yang terjadi dua kali berturut-turut di Samarinda tahun ini dianggap sebagai pengingat keras bagi semua pihak untuk memperbaiki sistem pengelolaan air dan mitigasi bencana secara serius.

    Seno berharap langkah pengerukan Sungai Mahakam dapat segera terealisasi, agar masyarakat bisa hidup lebih aman dan nyaman di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata.

    “Kalau hanya berharap hujan berhenti, itu tidak menyelesaikan masalah. Sungai Mahakam ini sudah mendesak untuk ditangani,” tuturnya. (ADV/Diskominfokaltim)

    Editor: Sukri

    Banjir Banjir samarinda Pemprov Kaltim Seno Aji Wakil Gubernur Kaltim
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Aminah

    Related Posts

    KPK Supervisi Perencanaan APBD Kaltim, Pemprov Siapkan Penyesuaian untuk RAPBD 2027

    September 23, 2026

    Sodetan KM 2 Loa Janan Ulu Terancam Timbulkan Masalah Baru, Sungai Penerima Belum Ditangani

    September 23, 2026

    Pemadaman Bergilir di Kaltim, Rudy Mas’ud Sebut Gangguan 100 MW Pulih 10 Hari Lagi

    September 22, 2026

    Juara KTIQ Nasional, Hakim dan Aidillah Buktikan Pengetahuan Al-Qur’an Bisa Berbuah Prestasi

    September 21, 2026

    134 Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Rudy Mas’ud Minta Warga Stop Bakar Lahan

    September 21, 2026

    23 Ribu Buku Terjual, Budaya Baca Kaltim Masih Punya Pasar

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Rumah Makan Kenari, Tempat Singgah Nyaman di Jalur Samarinda-Bontang

    Ratu ArifanzaSeptember 27, 2026

    Insitekaltim, Kukar – Perjalanan darat dari Samarinda menuju Bontang atau sebaliknya kerap membutuhkan tempat untuk…

    SMAN 3 Kota Bangun Rusak Diterjang Angin, Disdikbud Kaltim Segera Turunkan Tim

    September 27, 2026

    Pendekatan Persuasif dan Etika Ruang Publik dalam Hubungan Perokok dan Konseling Kesehatan

    September 27, 2026

    Jangan Anggap Sepele Kalau Ngorok Terjadi Hampir Setiap Malam

    September 27, 2026

    Dugaan Guide Wire Tertinggal di Jantung, Keluarga Pasien Desak RSUD AWS Bertanggung Jawab

    September 26, 2026
    1 2 3 … 3,366 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.