Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Pemerintah»Tambang Mulai Lesu, Samarinda Siaga Antisipasi Gelombang PHK dan Pelemahan Daya Beli
    Pemerintah

    Tambang Mulai Lesu, Samarinda Siaga Antisipasi Gelombang PHK dan Pelemahan Daya Beli

    SittiBy SittiJuni 1, 2026Updated:Juli 2, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Asisten II Setkot Samarinda, Marnabas Patiroy menyampaikan langkah antisipasi pemerintah menghadapi potensi dampak PHK sektor tambang terhadap ekonomi masyarakat. (Insitekaltim/Aminah)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Tekanan terhadap sektor pertambangan di Kaltim mulai memunculkan kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi daerah.

    Pemerintah Kota Samarinda kini mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan melemahnya daya beli masyarakat akibat gejolak di sektor tambang yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

    Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda Marnabas Patiroy mengakui ancaman PHK di sektor tambang berpotensi memberi efek domino terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Karena itu, Pemkot mulai mendorong penguatan sektor UMKM sebagai bantalan ekonomi alternatif.

    “Makanya kita ingin memperkuat UMKM kita. Sekarang ini ada program memanfaatkan fasilitas publik untuk dijadikan sentra UMKM,” ujar Marnabas, Senin, 1 Juni 2026 di Balaikota Samarinda.

    Pemerintah tidak ingin penanganan kemiskinan maupun dampak PHK hanya berhenti pada bantuan sosial semata. Pemkot kini mulai menerapkan pola kolaboratif lintas organisasi perangkat daerah agar warga terdampak memiliki pekerjaan dan sumber penghasilan berkelanjutan.

    “Kalau hanya diberikan bantuan, bantuan itu tidak akan melepaskan dia dari status miskin ekstrem. Yang bersangkutan harus bekerja,” katanya.

    Ia menjelaskan, skema yang disiapkan melibatkan berbagai instansi. Data warga miskin berasal dari Dinas Sosial, pelatihan keterampilan ditangani Disnaker, sementara Dinas Perdagangan diminta menyediakan ruang usaha di pasar-pasar yang masih sepi.

    “Misalnya lantai dua Pasar Sungai Dama atau Pasar Kedondong yang masih kosong, kenapa tidak dimanfaatkan untuk mereka berusaha,” ujarnya.

    Program pelatihan, kata dia, juga diarahkan lebih realistis dan terhubung langsung dengan pasar kerja maupun peluang usaha. Pemkot menilai selama ini banyak pelatihan berakhir tanpa keberlanjutan karena peserta tidak memiliki tempat usaha ataupun akses pasar.

    “Selama ini habis pelatihan, terus kerja di mana? Nah ini yang mau kita ubah. Jadi setelah dilatih, tempatnya disiapkan, perlengkapannya disiapkan, promosinya juga dibantu,” katanya.

    Marnabas menyebut ancaman terbesar dari pelemahan sektor tambang bukan hanya soal pengangguran, tetapi juga potensi kenaikan inflasi akibat turunnya daya beli masyarakat dan ketidakstabilan distribusi pangan.

    “Yang paling kita takut itu inflasi. Harga naik, daya beli masyarakat turun, ini yang sedang kita intervensi,” ujarnya.

    Pemkot Samarinda, lanjut dia, rutin melakukan koordinasi bersama pemerintah pusat untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan kondisi pasokan pangan dari luar daerah.

    “Tiap Senin kita rapat dengan Kemendagri. Kita pantau terus kondisi daerah pemasok barang kita. Jangan sampai ada gangguan cuaca atau kelangkaan yang bikin harga melonjak,” katanya.

    Ia menilai pengalaman krisis ekonomi 1998 menunjukkan sektor UMKM menjadi penyangga utama ketika industri besar mengalami tekanan.

    “Tahun 98 sudah memberikan pembelajaran bahwa yang bisa bertahan itu UMKM. Maka sekarang UMKM yang kita perkuat,” tegasnya.

    Di sisi lain, lesunya aktivitas di sejumlah pasar tradisional Samarinda, termasuk Pasar Pagi, Pasar Segiri, hingga Pasar Merdeka. Menurutnya, penurunan daya beli dan masifnya perdagangan daring menjadi tantangan baru yang harus dihadapi pedagang konvensional.

    “Hampir semua pasar sekarang sepi. Tapi kita tidak bisa hanya mengeluh. Kita harus cari cara bagaimana pasar tetap menarik bagi masyarakat,” ujarnya.

    Pemkot saat ini tengah mengevaluasi berbagai faktor, termasuk sistem parkir progresif hingga strategi promosi pasar rakyat agar aktivitas ekonomi kembali bergerak.

    “Kita harus bisa bersaing. Dalam dunia ekonomi tidak bisa hanya menyalahkan keadaan. Harus berpikir bagaimana menarik orang datang kembali ke pasar,” kata Marnabas.

    Samarinda harus mulai mempersiapkan kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lokal menghadapi perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).

    “Kalau IKN nanti berjalan penuh, Samarinda ini akan jadi daerah penyangga utama. Karena itu kita harus siap, termasuk soal pangan dan ekonomi masyarakat,” tukasnya.

     

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sitti

    Related Posts

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Juli 21, 2026

    Kendaraan Mati KIR dan Pajak, Tak Bisa Beli Solar Subsidi

    Juli 21, 2026

    Kubar 19 Hari Tanpa Hujan, BMKG Prediksi Curah Hujan Kaltim Tetap Rendah hingga Akhir Juli

    Juli 21, 2026

    Perpustakaan Samarinda Buka Donasi Buku dan Koleksi Lawas untuk Edukasi Generasi Muda

    Juli 21, 2026

    Penerangan hingga Sambungan Aspal Jembatan Mahakam Ulu Dibenahi, CCTV Segera Dipasang

    Juli 21, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pemkot Pilih Teguran dan Pembinaan, Bagi ASN Langgar Aturan WFH Belum Disanksi

    Nur AjijahJuli 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Hingga kini, pelanggaran Work From Home (WFH) yang ditemukan di Samarinda, masih sebatas…

    Sekitar 1.700 Atlet Kota Samarinda Masih Menunggu Kejelasan Anggaran Keikutsertaan Porprov 2026

    Juli 21, 2026

    HYROX, Olahraga yang Menggabungkan Lari dan Latihan Kekuatan dalam Satu Tantangan

    Juli 21, 2026

    SPM HIV Capai 99,8 Persen, Samarinda Jadi Lokus Supervisi Kemenkes

    Juli 21, 2026

    Pemda Samarinda Siapkan Parkir Berlangganan, Sebagai Sumber PAD Baru

    Juli 21, 2026
    1 2 3 … 3,230 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.