Insitekaltim, Samarinda – Fungsi kafe di kalangan anak muda kini tidak lagi sebatas tempat menikmati kopi atau berkumpul bersama teman. Di Samarinda, kafe semakin sering dimanfaatkan sebagai ruang untuk belajar, mengerjakan tugas kuliah, hingga menyelesaikan pekerjaan.
Fenomena tersebut terlihat di berbagai kafe yang ramai dikunjungi mahasiswa dan pekerja muda setiap harinya. Fasilitas seperti jaringan internet, colokan listrik, hingga suasana yang mendukung konsentrasi menjadi alasan utama mereka memilih menghabiskan waktu di sana.
Rachel, mahasiswi semester dua Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) mengaku sering mengerjakan tugas kuliah di kafe dibandingkan di tempat lain.
“Biasanya kalau ada tugas aja. Menurut aku enak buat nugas karena suasananya mendukung,” ujarnya saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Juanda, Samarinda, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Rachel, keberadaan WiFi gratis dan banyaknya colokan listrik menjadi kebutuhan yang penting bagi mahasiswa. Selain menunjang aktivitas akademik, fasilitas tersebut membuat proses belajar terasa lebih nyaman.
Menariknya, suasana yang ramai justru tidak selalu dianggap mengganggu. Rachel menilai sebagian besar pengunjung datang dengan tujuan yang sama, yakni belajar atau bekerja, sehingga masing-masing cenderung fokus pada aktivitasnya sendiri.
“Suasananya memang ramai, tapi tetap bisa nugas karena orang-orang di sini fokus sama urusan masing-masing,” lanjutnya.
Selain digunakan untuk mengerjakan tugas, Rachel juga mengaku sering memanfaatkan waktu luang untuk berkumpul bersama teman-temannya di kafe. Baginya, tempat seperti ini mampu mengakomodasi kebutuhan untuk tetap produktif sekaligus bersosialisasi.
Hal serupa dirasakan Dika, salah seorang pengunjung yang kerap datang untuk bekerja maupun sekadar mencari suasana baru. Ia menyebut, keberadaan area indoor dan outdoor memberikan pilihan yang lebih fleksibel sesuai kebutuhan.
“Kalau lagi fokus kerja bisa di dalam, terus kalau capek dan butuh refresh bisa keluar sebentar,” terangnya.
Dika menambahkan, jam operasional yang panjang bahkan hingga 24 jam menjadi nilai tambah tersendiri bagi mereka yang memiliki aktivitas hingga malam hari.
“Kadang kalau malam masih ada kerjaan atau cuma mau nongkrong sebentar juga masih bisa datang. Jadi enggak takut keburu tutup,” tuturnya.
Di tengah semakin padatnya aktivitas akademik maupun pekerjaan, kafe kini tidak hanya menjadi tempat menikmati minuman atau bersantai. Bagi sebagian anak muda Samarinda, kafe telah berkembang menjadi ruang produktif yang mendukung kebutuhan belajar, bekerja sekaligus membangun interaksi sosial.

