Insitekaltim, Samarinda – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan gerakan menanam mangrove tidak hanya berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang dapat menjadi bagian dari ibadah.
Ia menyebut upaya menghidupkan kembali lahan-lahan yang rusak melalui penanaman pohon bermanfaat merupakan wujud nyata menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan alam.
“Menanam mangrove bukan sekadar menjaga lingkungan, tetapi bagian dari ibadah. Kita menghidupkan lahan yang mati dengan tanaman yang memberi manfaat bagi makhluk hidup,” ujarnya saat melakukan kunjungan di Balikpapan beberapa waktu lalu.
Ia menuturkan, manfaat pohon tidak selalu harus dirasakan langsung oleh manusia. Tanaman yang menjadi tempat hidup, berteduh atau mencari makan bagi burung dan satwa lainnya juga menghadirkan nilai kebaikan yang besar bagi kehidupan.
Ia menjelaskan, mangrove memiliki fungsi strategis dalam menjaga keberlanjutan kawasan pesisir. Selain dapat menghasilkan buah yang diolah menjadi berbagai produk pangan, keberadaan hutan mangrove juga mampu memperindah kawasan pantai dan menjadi benteng alami yang melindungi garis pantai dari abrasi.
Tak hanya itu, akar-akar mangrove menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Ekosistem tersebut menyediakan ruang hidup bagi ikan, plankton dan organisme lainnya yang berperan menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mendukung mata pencaharian masyarakat pesisir, terutama nelayan.
Abdul Mu’ti menilai pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menciptakan kehidupan yang damai dan harmonis. Menurutnya, perdamaian tidak semata-mata diartikan sebagai kondisi tanpa konflik, melainkan keadaan ketika masyarakat dapat hidup bahagia, berkecukupan dan memiliki hubungan yang baik dengan sesama maupun lingkungan.
Ia mengatakan semangat tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia yang aman, tenteram, dan sejahtera. Karena itu, gerakan menanam mangrove menjadi langkah sederhana namun berdampak besar. Selain menjaga kelestarian lingkungan pesisir, upaya tersebut juga menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan generasi mendatang.

