Isitekaltim, Samarinda – Dalam memberikan akses pendidikan, bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program Sekolah Rakyat (SR) terus menunjukkan perkembangan positif.
Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda, Mochammad Arif Surochman mengatakan, keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Mulai dari pemerintah pusat, daerah, pendamping sosial hingga keluarga siswa.

Menurut Arif, Samarinda menjadi salah satu daerah yang ditunjuk pemerintah pusat. Sebagai lokasi pelaksanaan 100 Sekolah Rakyat pertama yang digagas Presiden RI.
Pada tahap awal, program tersebut hanya menerima siswa jenjang SMP dan SMA sebelum kemudian berkembang dengan menambah jenjang SD.
Ia mengaku, prosesnya tidak mudah. Saat itu tahun ajaran baru sudah berjalan sehingga harus mendatangi langsung calon siswa yang datanya sudah tersedia di Kementerian Sosial. Untuk dilakukan asesmen dan meyakinkan orang tua, agar bersedia bergabung.
Ia mengungkapkan, pada awal pelaksanaan banyak calon peserta didik yang masih ragu untuk mengikuti program tersebut. Bahkan tidak sedikit yang mengundurkan diri karena berbagai faktor sosial maupun keluarga.
“Meski demikian, program itu akhirnya berjalan dan kini SRT 57 Samarinda memiliki 86 siswa yang terdiri atas 41 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 20 siswa SMA,” ujarnya saat Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 57 Samarinda di BPVP Samarinda, Sabtu, 20 Juni 2026.
Arif mengaku terharu, melihat perkembangan para siswa selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, perubahan yang paling terlihat bukan hanya dari sisi akademik. Tetapi juga, kepercayaan diri dan karakter anak-anak.
“Tadi kita melihat sendiri bagaimana anak-anak tampil menari, bernyanyi, dan menunjukkan kemampuannya. Itu menunjukkan bahwa setiap anak memiliki potensi yang bisa berkembang jika diberikan ruang dan kesempatan,” katanya.
Ia menilai, pola pendidikan di Sekolah Rakyat berhasil membangun rasa percaya diri siswa. Sekaligus, membentuk karakter yang lebih baik melalui berbagai kegiatan pembinaan.
Selain pendidikan formal, kata Arif, keberhasilan program tersebut juga ditopang dukungan berbagai instansi, mulai dari sektor kesehatan, pendidikan, hingga pembinaan karakter.
“Kita melihat kolaborasi yang luar biasa. Puskesmas, membantu pelayanan kesehatan, guru-guru mendampingi proses belajar, dan berbagai pihak ikut terlibat membangun karakter anak-anak,” tuturnya.
Sementara itu, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di kawasan Palaran juga terus berjalan dan kini hampir selesai. Fasilitas tersebut nantinya akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi para siswa dengan sarana yang lebih lengkap dan representatif.
Dalam kesempatan itu, Arif juga mengingatkan para orang tua agar terus memberikan dukungan dan motivasi kepada anak-anak selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga dukungan keluarga sebagai lingkungan pendidikan nonformal.
“Orang tua harus terus memberikan motivasi, kepada anak-anak. Sekolah ini baru langkah awal untuk masa depan mereka. Pendidikan formal di sekolah harus berjalan beriringan dengan pendidikan dari keluarga,” tegasnya.
Ia berharap, seluruh pemangku kepentingan dapat terus mendukung keberlangsungan Sekolah Rakyat. Agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu, yang memperoleh kesempatan pendidikan dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya di masa depan.

