Insitekaltim, Samarinda – Gagal lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tidak berarti peluang melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri (PTN) telah tertutup.
Sejumlah jalur penerimaan masih dibuka, termasuk melalui Universitas Terbuka (UT) yang menerima mahasiswa baru tanpa harus menunggu seleksi nasional tahun berikutnya.
Persaingan masuk PTN melalui jalur nasional pada 2026 memang berlangsung sangat ketat. Data menunjukkan ratusan ribu peserta belum berhasil memperoleh kursi kuliah, sehingga masih diperlukan alternatif bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan.
Pada SNBP 2026, sebanyak 806.242 siswa mendaftar untuk memperebutkan 189.017 kursi. Di PTN akademik, hanya 155.543 peserta atau sekitar 20,09 persen yang diterima dari 774.263 pendaftar. Sementara di PTN vokasi, sebanyak 23.438 peserta lolos dari total 77.256 pendaftar atau sekitar 30,34 persen.
Persaingan serupa terjadi pada jalur UTBK-SNBT. Dari 871.496 peserta, hanya 256.369 orang yang dinyatakan lulus. Artinya, lebih dari 600 ribu peserta harus mencari jalur lain untuk tetap dapat mengenyam pendidikan tinggi.
Salah satu pilihan yang masih membuka kesempatan adalah Universitas Terbuka. Sebagai perguruan tinggi negeri yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh, UT memberikan akses pendidikan bagi berbagai kalangan tanpa dibatasi usia, domisili, maupun status pekerjaan.
Dalam keterangan resminya, UT menyebut sistem pembelajaran fleksibel menjadi keunggulan utama karena memungkinkan mahasiswa tetap bekerja sambil menempuh pendidikan.
“Universitas Terbuka dibangun dengan gagasan bahwa pendidikan tinggi seharusnya dapat diakses siapa saja tanpa dibatasi tempat tinggal, usia, maupun kesibukan,” demikian keterangan resmi UT.
Mahasiswa UT tidak hanya berasal dari lulusan SMA atau SMK, tetapi juga pekerja, aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI dan Polri, pelaku usaha, hingga masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan setelah sempat berhenti kuliah.
Selain fleksibilitas, biaya pendidikan di UT juga relatif terjangkau. Jalur pendaftaran umum dikenakan biaya mulai Rp100 ribu, sedangkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sebesar Rp500 ribu termasuk asesmen.
Untuk program diploma, biaya pendidikan dimulai dari Rp1.150.000 per semester. Sementara program sarjana melalui sistem paket dimulai dari Rp1.300.000 per semester. Mahasiswa yang memilih sistem nonpaket membayar sesuai jumlah SKS yang diambil dengan tarif sekitar Rp35 ribu hingga Rp120 ribu per SKS.
UT juga membuka program magister dan doktor. Biaya admisi program magister sebesar Rp750 ribu dengan uang kuliah Rp8,5 juta, sedangkan program doktor mengenakan biaya admisi Rp1 juta dan biaya kuliah Rp12,5 juta.
Sebagai perguruan tinggi negeri, ijazah Universitas Terbuka memiliki pengakuan yang sama dengan PTN lainnya. Kampus ini menyediakan berbagai program studi mulai jenjang diploma, sarjana, magister hingga doktor.
Untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027, UT masih membuka penerimaan mahasiswa baru. Jalur Non-RPL bagi lulusan SMA, SMK atau sederajat dibuka hingga 22 Juli 2026, sedangkan jalur RPL mengikuti jadwal yang telah ditetapkan dalam sistem admisi.
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring sehingga calon mahasiswa dapat mengakses informasi program studi, persyaratan, biaya pendidikan, hingga jadwal registrasi melalui laman resmi Universitas Terbuka.

