Subscribe to Updates
Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.
Browsing: UMKM
Insitekaltim,Samarinda – Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) didorong untuk segera melakukan sertifikasi halal dan higienis sebagaimana arahan…
“Jangan sampai UMKM kita ini mati yang sudah sekian tahun berproduksi tiba-tiba mati karena kita semua tidak bekerja lebih ekstra membantu dan memfasilitasi mereka soal sertifikat halal dan higienis ini,” ujarnya, Kamis (6/6/2024).
“ Kita akan dorong pembentukan semacam kelompok satgas atau tim tertentu yang merupakan perwakilan dari stakeholder, ada dinas, UMKM, Dinas Perdagangan, Peternakan, MUI, Kemenag untuk melakukan semua fungsi tersebut tapi mereka berada dalam satu tim untuk bergabung,” ujarnya.
“Ada salah satu UMKM di daerah Lempake yang mendapatkan support dari individu si Bunda UMKM ini untuk segera melakukan sertifikasi halal dan higienis,” ujarnya.
“Kita khawatir tidak bisa mengejar target untuk semua pelaku UMKM ini,” ujarnya seusai diskusi dengan perwakilan dari pemangku kepentingan seperti Kementerian Agama (Kemenag), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Samarinda, Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda, Dinas Koperasi UKM & Perindustrian, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP POM), Senin (6/6/2024).
“Kalau tidak dilaksanakan, maka akan ada sanksi. Jadi UMKM kita harus siap” ujarnya di Ruang Rapat Utama DPRD Samarinda, Senin (6/6/2024).
“Raperda ini juga ingin mengatur tentang pembiayaan, bahwa pembiayaan harus dijelaskan secara rinci dan diputuskan dengan tepat sebelum perda ini disahkan,” jelas Laila.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat menggelar Mancing Idaman yang ke-4 di Kompleks Stadion Aji Imbut. Sesuai dengan harapan kami, acara ini berjalan dengan lancar meski harus meminta maaf kepada para penghobi mancing yang belum bisa mendaftar karena keterbatasan luas lapak yang hanya mampu menampung 600 peserta,” ujar Aji Ali Husni.
“Retribusi yang paling besar di Kota Samarinda ini masih dipegang oleh perhotelan dan restoran. Kalau kita melihat, mereka ini sudah menggunakan aplikasi digital dan sistem online. Kita tahu sendiri bahwa sistem online ini bagus tetapi harus disosialisasikan yang ditunjang oleh alat,” ujar Laila.
“Jadi masalah pindah itu biasa saja dan kita sajikan kepada masyarakat melalui arsip-arsip kita tentang pindah berdasarkan pengalaman kita pindah sejak dulu. Supaya kita membangun optimisme bahwa pindah ke Kalimantan itu sesuatu yang biasa saja dan pasti akan tercapai,” ungkapnya.
