Artikel ini telah dilihat : 177 kali.
oleh

Sutomo Jabir Reses ke RT 22 Loktuan, Setelah 26 Tahun

Reporter : Mohammad-Editor : Redaksi

Insitekaltim, Bontang – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kaltim Sutomo Jabir mendapat banyak keluhan dari masyarakat Bontang. Permasalahan ketenagakerjaan, tempat ibadah, pelabuhan yang tidak kunjung dibuka hingga penggunaan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) dikeluhkan masyarakat RT 22 Jalani Kapal Layar Loktuan.

“Permasalahan yang bapak dan ibu resahkan akan kami sampaikan nanti di sidang paripurna. Kami akan perjuangkan apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat,” ungkap Sutomo Jabir kepada insitekaltim Rabu (28/10/2020).

Dalam agenda serap aspirasi masyarakat (reses) Jabir mengungkapkan secara spesifik di dapilnya masih membutuhkan sentuhan tangan dingin pemerintah dalam merealisasikan harapan masyarakat. Anggota DPRD Propinsi Kaltim Dapil VI (Kota Bontang, Kabupaten Kutim dan Kabupaten Berau) ini secara seksama memperhatikan keluhan masyarakat satu-persatu.

“Apa yang masyarakat keluhkan menjadi kewajiban kami sebagai penyambung lidah masyarakat. Ini akan menjadi prioritas yang akan saya sampaikan pada sidang paripurna. Semoga tahun depan terakomodir semua,” kata politikus PKB tersebut.

Baca Juga :  KPU Bontang Sortir 126.916 Lembar Surat Suara

Sementara itu, Pendeta Philipus yang hadir dalam reses tersebut mengatakan baru pertama kali RT 22 Kelurahan Lok Tuan dikunjungi DPRD Propinsi Kaltim. Menurutnya, banyak DPR yang hanya datang di waktu meminta dukungan, namun menghilang setelah menjabat.

“Kami sudah 26 tahun di sini baru pertama kali ini ada DPRD Provinsi mau menegok kami. Banyak DPRD yang hanya datang di waktu meminta dukungan, namun menghilang tidak terlihat batang hidungnya setelah menjabat. Semoga ini menjadi pertanda baik bagi kami,” tutur Philipus.

Philipus berharap ada upaya DPRD Kaltim memperhatikan tempat ibadah sepert musala, masjid, gereja atau tempat ibadah lainnya. Menurut dia, ada banyak rumah ibadah yang saat ini kondisinya memprihatinkan.

“Di kelurahan ini ada masjid yang kondisinya memprihantinkan. Kami berharap kepada bapak Jabir dapat memperhatikan dan memperjuangkan rumah ibadah,” kata Philipus.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed