Insitekaltim, Samarinda – Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Timur (Kaltim) Supardi menyebut masa tugasnya di Kaltim sebagai salah satu pengalaman paling berkesan dalam perjalanan kariernya.
“Di antara tugas-tugas saya di berbagai wilayah, di sinilah yang paling berkesan,” ujarnya dalam acara pisah sambut Kajati Kaltim dari dirinya kepada Kajati Kaltim yang baru, Chatarina Muliana di Odah Etam, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurutnya, kesan tersebut tidak hanya berasal dari tugas yang dijalankan, tetapi juga dari hubungan persahabatan dan persaudaraan yang terbangun selama berada di Kaltim.
Ia mengaku dalam menjalankan tugas di Kaltim terdapat sejumlah situasi sulit, terutama ketika harus mengambil keputusan. Namun, berbagai tantangan tersebut dapat dilalui berkat dukungan Pemerintah Provinsi Kaltim dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Apa yang saya lakukan selama ini tak lepas dari dukungan Pemprov dan Forkopimda. Semuanya menjadi mitra yang baik dalam saya menjalankan tugas,” ungkapnya.
Supardi kemudian menceritakan satu pengalaman yang menurutnya paling membekas secara pribadi. Menjelang meninggalkan Kaltim, ia menyempatkan diri mendatangi makam leluhur yang selama ini tidak banyak ia ingat.
“Selama saya di Kaltim ada satu titik yang saya mau nangis. Selama perjalanan hidup saya dari nol sampai hampir 56 tahun, kesadaran tertinggi spiritualitas mengingatkan kembali kepada leluhur saya. Ini luar biasa bagi saya, ternyata terjadi di Kalimantan. Makanya kesan mendalam,” tuturnya.
Supardi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi mitra selama dirinya bertugas. Ia berharap dukungan dan sinergi yang selama ini terbangun dapat terus diberikan kepada Chatarina Muliana sebagai Kajati Kaltim yang baru.
“Semoga Ibu Chatarina bisa lebih baik dari saya. Jangan pernah kendor, harus lebih ditingkatkan,” pesannya.
Bagi Supardi, pengalaman selama bertugas juga membuatnya melihat sebuah daerah bukan hanya dari wilayah atau kondisi geografisnya, tetapi dari orang-orang yang ditemui dan hubungan yang terjalin.
“Selama bertugas saya belajar, sebuah tempat tak hanya dikenang karena wilayahnya, karena tanahnya, tapi justru karena orang yang pernah kita temui membuat kebaikan dan kebahagiaan. Saya akan mengingat Kaltim melalui orang-orang yang begitu baik telah mendukung saya,” katanya.
Meski telah meninggalkan Kaltim, ia mengatakan hubungan yang telah terjalin tidak akan berhenti. Supardi bahkan menyampaikan dirinya tetap terbuka untuk bertemu dan menjaga silaturahmi dengan para mitra yang telah dikenalnya selama bertugas.
“Di manapun tempat saya siap diajak ngopi-ngopi, apalagi di Jakarta,” pungkasnya.

