Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Mei 1, 2026

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»DPRD Samarinda»Sinkronisasi RKPD 2027 Dibahas, DPRD Samarinda Ingatkan Keterbatasan APBD
    DPRD Samarinda

    Sinkronisasi RKPD 2027 Dibahas, DPRD Samarinda Ingatkan Keterbatasan APBD

    Andika SaputraBy Andika SaputraMaret 9, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi bersama Harminsyah, saat menjelaskan terkait singkronisasi RKPD 2027 (Insitekaltim/Andika)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda menyoroti proses sinkronisasi usulan program dari kecamatan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Samarinda tahun 2027.

    Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda Harminsyah mengatakan, dalam pembahasan tersebut pemerintah kota berupaya mengakomodasi berbagai usulan prioritas dari kecamatan meskipun dihadapkan pada keterbatasan anggaran daerah.

    Menurutnya, setiap kecamatan mengusulkan sejumlah program prioritas yang kemudian disinkronkan dengan rencana pembangunan daerah.

    “Dari awal memang sudah dijelaskan bahwa ada kekurangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kita, itu menjadi faktor utama. Tetapi tetap diupayakan untuk mengakomodasi prioritas-prioritas dari kecamatan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, dalam proses sinkronisasi tersebut masih ditemukan sejumlah kendala administratif, seperti kelengkapan dokumen serta kesalahan dalam pengisian kamus usulan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pihak kecamatan.

    Meski demikian, ia menilai hal tersebut masih dapat diperbaiki agar tidak menghambat proses penyusunan program pembangunan ke depan.

    “Secara administrasi masih ada beberapa kekurangan, baik dari kelengkapan maupun kesalahan dalam pengisian. Ini sebenarnya hanya persoalan teknis, tapi memang bisa memperlambat proses karena perlu diperbaiki lagi,” jelasnya.

    Selain itu, Harminsyah juga memberikan masukan agar pembangunan di Kota Samarinda tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga lebih memperhatikan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

    Menurutnya, peningkatan kualitas SDM masyarakat juga perlu menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

    “Harapan kami ke depan pengembangan SDM untuk masyarakat Samarinda juga lebih diutamakan, jangan hanya pembangunan fisik yang menjadi fokus,” tambahnya.

    Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda lainnya Ismail Latisi, menyampaikan bahwa dalam proses pembahasan tersebut tidak ditemukan adanya tumpang tindih antara usulan masyarakat melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) kecamatan dengan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD.

    Menurutnya, jalur pengusulan antara aspirasi masyarakat melalui DPRD dan melalui Musrenbang pada dasarnya berbeda, sehingga potensi benturan program relatif kecil.

    “Kalau secara pribadi, sejauh ini tidak ada usulan yang bertabrakan antara aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui DPRD dengan usulan dalam Musrenbang kecamatan,” ungkapnya.

    Ia menilai kehadiran anggota DPRD dalam forum tersebut juga penting untuk memastikan usulan masyarakat yang telah masuk melalui Musrenbang dapat dipantau dan disesuaikan dengan aspirasi yang diterima oleh DPRD.

    “Dengan kehadiran DPRD, kita bisa melihat usulan mana yang sudah masuk dalam Musrenbang sehingga tidak perlu dimasukkan lagi melalui aspirasi dewan,” katanya.

    Lebih lanjut, Ismail menjelaskan bahwa dalam Musrenbang kecamatan terdapat sejumlah program prioritas yang dibagi ke dalam tiga bidang utama, yakni infrastruktur, sosial budaya, dan ekonomi.

    Ia menyebutkan bahwa setiap kecamatan mengusulkan sekitar 20 program prioritas yang terbagi dalam beberapa kategori tersebut.

    “Prioritasnya terbagi dalam tiga bidang, yaitu infrastruktur, sosial budaya, dan ekonomi. Dari situ nanti dipilih program-program yang menjadi prioritas untuk dimasukkan dalam perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya.

     

    DPRD Samarinda Harminsyah Ismail Latisi RKPD 2027
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Andika Saputra

    Related Posts

    DPRD Kaltim di Titik Penentuan, Hak Angket Bergantung Hasil BANMUS

    April 30, 2026

    Jangan Bebani Pelaku Usaha, Ketua Komisi II DPRD Samarinda Minta Skema Bagi Hasil Harus Rasional

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda Dorong Penguatan Posyandu untuk Capai Target Penurunan Stunting

    April 29, 2026

    DPRD Samarinda dan Bontang Bahas Strategi Tingkatkan Pendapatan di Tengah Tekanan Fiskal

    April 14, 2026

    Soroti Pengalihan JKN 49 Ribu Warga, DPRD Samarinda Minta Pemprov Kaltim Tinjau Ulang

    April 11, 2026

    DPRD Samarinda Harap Sekda Baru Tingkatkan Kinerja dan Pelayanan Publik

    April 9, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Sekber Tiga Organisasi Media Resmi Terbentuk, Siap Kawal Kebijakan dan Cegah Pemimpin Terseret Hukum

    Ratu ArifanzaMei 1, 2026

    Insitekaltim, Bandar Lampung – Kolaborasi tiga organisasi perusahaan media yang tergabung dalam konstituen Dewan Pers…

    Kolaborasi Jadi Kunci Hadapi Tantangan Dunia Kerja di Kaltim pada May Day 2026

    Mei 1, 2026

    Tragis di Balik Magang: Siswa di Samarinda Meninggal Mendadak Usai Keluhkan Sepatu Sempit

    Mei 1, 2026

    Perempuan Pekerja Samarinda Angkat Suara: Diskriminasi, Upah Murah, hingga Kekerasan Masih Jadi Realita

    Mei 1, 2026

    Hak Angket DPRD Kaltim Masih Menggantung, Tarik Ulur Politik Fraksi Jadi Penghambat

    Mei 1, 2026
    1 2 3 … 3,084 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.