Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    Mei 20, 2026

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Kejati Kaltim Sita Lagi Rp57 Miliar Kasus Tambang Kukar, Total Uang Diselamatkan Capai Rp271 Miliar

    Mei 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Sekda Kaltim Tekankan RSUD Keluar dari Zona Nyaman dan Berdaya Saing Global
    Diskominfo Kaltim

    Sekda Kaltim Tekankan RSUD Keluar dari Zona Nyaman dan Berdaya Saing Global

    AbdiBy AbdiFebruari 4, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni menegaskan pelantikan Pengurus Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Wilayah Kaltim periode 2025–2029 harus menjadi momentum bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) untuk keluar dari zona nyaman dan bertransformasi menjadi institusi layanan kesehatan yang berdaya saing, bahkan hingga level global.

    Mewakili Gubernur Kaltim, Sekda memberikan arahan strategis dalam acara Pelantikan Pengurus ARSADA Wilayah Kaltim periode 2025-2029 yang dirangkai dengan Seminar Manajemen Perumahsakitan pada Rabu, 4 Februari 2026.

    Menanggapi isu turbulensi yang sebelumnya disampaikan oleh Ketua ARSADA Kaltim, Sri Wahyuni memberikan analogi kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi ketidakpastian regulasi dan dinamika zaman.

    “Di tengah turbulensi pilihannya hanya dua, kita membiarkan diri terombang-ambing atau kita ambil alih kemudi untuk mengendalikan armada kita. Saya berharap ARSADA mampu membawa rumah sakit daerah keluar dari turbulensi ini dalam kondisi yang baik, bahkan mencapai level excellent,” tegas Sri Wahyuni pada sambutannya.

    Salah satu poin krusial yang diungkapkan Sekda adalah, langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang tengah melakukan cross-cutting atau pemetaan lintas sektor untuk menyusun potret layanan kesehatan hingga tahun 2030.

    Pemprov Kaltim ingin memastikan setiap rumah sakit memiliki identitas dan layanan unggulan yang spesifik dan terukur. Perencanaan strategis (Renstra) Dinas Kesehatan (Dinkes) kini harus terintegrasi penuh dengan rumah sakit di bawah koordinasinya.

    Hal ini mencakup proyeksi kebutuhan alat kesehatan, pengembangan SDM, hingga fasilitas fisik yang mendukung layanan unggulan seperti jantung, bedah saraf, hingga transplantasi.

    “Kita harus tahu roadmap-nya. Tahun 2027 mau unggulan apa, tahun 2029 targetnya apa. Dengan data yang kuat, TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) dan perangkat daerah terkait bisa mengetahui dukungan apa yang harus diberikan. Kita ingin rumah sakit kita bukan hanya rujukan Kaltim, tapi rujukan wilayah Timur Indonesia,” jelasnya.

    Sri Wahyuni juga menyoroti fenomena masyarakat yang masih memilih berobat ke luar negeri, seperti ke Penang, Malaysia. Menurutnya, perbedaan mendasar bukan pada kemampuan medis karena dokter dan alat di Indonesia sudah sangat mumpuni melainkan pada sistem layanan dan ambience (suasana) yang dirasakan pasien.

    Ia merindukan suasana rumah sakit daerah di mana pasien merasa nyaman, senang, dan merasakan bahwa mereka dilayani dengan hati.

    Selain itu, Ia juga mendorong manajemen RSUD untuk menciptakan transparansi dan efisiensi melalui digitalisasi layanan agar tidak ada lagi pasien yang merasa dibolak-balik dalam sistem rujukan.

    “Mengapa orang rela keluar biaya ke luar negeri? Karena mereka sudah membangun sistem yang baik. Kita punya dokter hebat, alat yang mungkin sama, tapi sistem layanan kita yang belum sama. Inilah peluang yang harus diambil oleh pengurus ARSADA yang baru,” tambahnya.

    Dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim Sri Wahyuni mengingatkan, standar layanan kesehatan di kota-kota penyangga seperti Samarinda dan Balikpapan tidak boleh lagi sekadar cukup.

    Samarinda sebagai ibu kota provinsi harus menjadi rujukan terbaik, sementara Balikpapan sebagai gerbang masuk harus memiliki layanan unggulan level regional Kalimantan.

    Ia juga mengingatkan bahwa program kesehatan gratis yang menjadi perhatian Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim akan meningkatkan frekuensi kunjungan pasien.

    Oleh karena itu, efisiensi manajemen dan kolaborasi lintas sektor antara RSUD, Puskesmas, Klinik, hingga BPJS menjadi sangat mendesak.

    Menutup sambutannya, Sekda berharap ARSADA menghasilkan program kerja yang tidak hanya realistis, tetapi juga progresif dan menunjukkan aksi nyata dalam memperbaiki manajemen dan kepuasan masyarakat.

    “Mari kita jadikan layanan kesehatan sebagai wajah kemanusiaan pemerintah. Kita ingin suara-suara di media sosial nanti bukan lagi keluhan, tapi kabar baik bahwa masyarakat bangga mendapatkan pelayanan luar biasa di rumah sakit daerahnya sendiri,” pungkasnya.

     

    ARSADA Kaltim RSUD Sekda Kaltim Sri Wahyuni
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Kas Daerah Tertekan, Utang Proyek Pemkot Samarinda Capai Rp400 Miliar

    SittiMei 20, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tercatat memiliki utang sekitar Rp400 miliar dari sejumlah…

    DPRD Pertanyakan Efektivitas Digitalisasi Pendidikan Samarinda Tanpa Parameter Jelas

    Mei 20, 2026

    Kejati Kaltim Sita Lagi Rp57 Miliar Kasus Tambang Kukar, Total Uang Diselamatkan Capai Rp271 Miliar

    Mei 20, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Dinkes Kaltim Larang Limbah Kurban Dibuang ke Sungai, Bisa Sebabkan Diare dan Penyakit Menular

    Mei 20, 2026
    1 2 3 … 3,099 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.