Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Agustus 25, 2026

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Samarinda»Samarinda Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar, Wawali Tekankan Pengelolaan Limbah
    Samarinda

    Samarinda Tutup Dapur MBG yang Tak Penuhi Standar, Wawali Tekankan Pengelolaan Limbah

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaApril 23, 2026Updated:Juli 2, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri saat ditemui wartawan usai kegiatan. (Insitekaltim/Ratu)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, menegaskan penutupan sejumlah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan karena tidak memenuhi standar pengelolaan lingkungan, khususnya terkait limbah.

    Hal tersebut disampaikan usai menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-10 SDN 007 Samarinda Ulu pada Kamis, 23 April 2026.

    Menurutnya, penutupan dapur MBG bukan tanpa alasan, melainkan hasil evaluasi dari tim terkait yang menemukan adanya ketidak sesuaian dalam pengelolaan limbah.

    “Penutupan dapur MBG itu ada tim yang melihat dari sisi lingkungan hidup. Informasi yang saya terima, pengolahan limbah atau sampahnya belum memenuhi syarat yang ditentukan,” ujarnya.

    Ia menjelaskan, setiap dapur MBG wajib memenuhi standar tertentu, termasuk dalam hal instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Hal ini penting untuk memastikan program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat tidak justru menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

    “Pihak pengelola harus bisa membuat instalasi pengolahan air limbah yang sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan dalam program MBG,” tegasnya.

    Saefuddin menambahkan, standar tersebut telah ditetapkan secara nasional dan menjadi acuan bagi seluruh daerah dalam menjalankan program MBG.

    Oleh karena itu, pengelola dapur diharapkan dapat segera melakukan perbaikan agar dapat kembali beroperasi.

    “Standar itu sudah ditentukan. Tinggal bagaimana pengelola memenuhi kriteria yang ada, apakah itu A, B, atau C. Kalau belum terpenuhi, tentu harus diperbaiki,” jelasnya.

    Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan.

    Namun demikian, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan aspek kesehatan dan lingkungan secara menyeluruh.

    Saefuddin juga mengingatkan, pengawasan terhadap program-program pemerintah akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini untuk memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

    Ia berharap kejadian ini dapat menjadi evaluasi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG agar lebih memperhatikan standar operasional yang telah ditetapkan.

    “Tujuannya baik, untuk masyarakat. Tapi pelaksanaannya juga harus benar, sesuai aturan, supaya tidak menimbulkan masalah baru,” katanya.

    Sementara itu, terkait pertanyaan mengenai standar rumah sakit di Samarinda, Saefuddin menegaskan bahwa penilaian klasifikasi rumah sakit juga mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Setiap kategori memiliki indikator yang harus dipenuhi sebelum dapat naik ke tingkat yang lebih tinggi.

    “Semua sudah ada standarnya. Tinggal apa yang belum terpenuhi itu dilengkapi, sehingga bisa naik ke kriteria yang diharapkan,” ujarnya.

    Lanjutnya, Pemkot Samarinda akan terus mendorong peningkatan kualitas layanan publik, baik di sektor kesehatan maupun program sosial seperti MBG, dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan lingkungan.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Sungai Mahakam Hadapi Masalah Alur hingga Tata Kelola, Pengelolaan Terpadu Dinilai Mendesak

    Agustus 7, 2026

    150 Anak Jadi Tersangka Narkoba dalam 10 Bulan, BNN Dorong Penguatan Rehabilitasi

    Juli 20, 2026

    Rooftop Pasar Pagi Bakal Jadi Kafe Panorama Sungai Mahakam

    Juli 19, 2026

    42 Calon Paskibraka Samarinda Digembleng Disiplin, Integritas, dan Jiwa Bela Negara

    Juli 17, 2026

    Kemiskinan Samarinda Turun, Serapan Anggaran Dinsos Baru 31 Persen

    Juli 15, 2026

    BUMRT Bakal Kelola Kandang Anti Bau, Varia Niaga Siapkan Model Bisnis dan Pendampingan

    Juli 14, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aris Soroti Dampak Aturan Antrean BBM Subsidi terhadap Penghasilan Sopir

    Andika SaputraAgustus 25, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda Aris Mulyanata…

    Dishub Samarinda Tegaskan Antrean BBM Subsidi Tak Boleh Jadi Celah Pungli

    Agustus 25, 2026

    Kaltim Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Dana Konservasi

    Agustus 25, 2026

    Prabowo Respons Kebutuhan Sumsel, 500 Sumur Bor dan APD Disiapkan

    Agustus 25, 2026

    Dermaga Harapan Baru Diproyeksikan Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Agustus 25, 2026
    1 2 3 … 3,297 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.