Insitekaltim, Samarinda — Kota Samarinda menjadi tuan rumah Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, yang digelar pada Jumat, 15 Mei 2026.
Kegiatan pembuka berupa Welcome Dinner berlangsung pukul 19.00 Wita di Hotel Claro Pandurata, eks Wisma Atlet GOR Kadrie Oening Sempaja, dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, hingga kontingen peserta dari berbagai daerah.
Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam sambutannya menegaskan, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana memperkuat persatuan dan solidaritas antar daerah di Indonesia.
Ia menjelaskan, judo mengandung nilai-nilai filosofis yang penting, seperti prinsip Seiryoku Zenyo (penggunaan energi secara efektif dan efisien) serta Jita Kyoei (kemakmuran bersama). Nilai tersebut dinilai relevan dengan semangat kebersamaan dalam kehidupan berbangsa.
“Di atas matras, lawan adalah guru terbaik. Tanpa lawan, kita tidak bisa berkembang. Karena itu, judo mengajarkan sportivitas, mental juara, dan saling menghormati,” kata Andi Harun.
Menurutnya, nilai-nilai dalam olahraga judo sejalan dengan kondisi sosial Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai daerah multietnis. Ia menyebut keberagaman suku seperti Dayak, Jawa, Bugis, Banjar, dan Batak yang hidup berdampingan secara harmonis di wilayah tersebut.
Selain itu, Andi Harun juga menyampaikan apresiasi kepada institusi Polri atas penyelenggaraan kejuaraan ini. Ia menilai Judo Kapolri Cup 2026 merupakan bentuk nyata kontribusi Polri dalam pembangunan sumber daya manusia, khususnya di bidang olahraga dan kepemudaan.
“Ini menjadi bukti bahwa Polri terus berkomitmen membangun karakter generasi muda melalui kegiatan positif seperti olahraga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkot Samarinda juga memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan potensi daerah, khususnya sektor kuliner dan ekonomi lokal. Andi Harun menyebut Samarinda sebagai kota yang hidup hampir 24 jam dengan beragam pilihan kuliner.
Ia bahkan mengajak para peserta untuk menikmati dan membelanjakan uang mereka selama berada di Samarinda sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.
Menutup sambutannya, Andi Harun mengingatkan seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Ia menegaskan bahwa kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa dalam kompetisi, namun sikap dalam menyikapi hasil menjadi hal utama.
“Menang dengan terhormat, kalah pun dengan terhormat,” tegasnya.
Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga mempererat hubungan antar daerah serta memperkuat nilai persatuan bangsa.

