Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pantau Pembangunan di Lima RT, Kelurahan Air Hitam Tekankan Kualitas Sarpras Probebaya

    Oktober 30, 2026

    Pemkot Batasi Belanja APBD 2027, Samarinda Prioritaskan Kebutuhan Wajib

    Oktober 30, 2026

    Samarinda Klaim Terdampak Rp209 Miliar, Andi Harun Minta Kebijakan Pajak Provinsi Ditinjau

    Oktober 30, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Pemkot Samarinda»Samarinda Rem Belanja Birokrasi, Anggaran Baju Dinas Wali Kota hingga Konsumsi Rapat Dihentikan
    Pemkot Samarinda

    Samarinda Rem Belanja Birokrasi, Anggaran Baju Dinas Wali Kota hingga Konsumsi Rapat Dihentikan

    SintaBy SintaOktober 30, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memimpin rakor bersama seluruh perangkat daerah.(Dok/Pemkot Samarinda)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai memperketat ikat pinggang dalam menyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027. Di tengah besarnya kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga, Wali Kota Samarinda Andi Harun meminta seluruh perangkat daerah mengubah pola belanja dan menghentikan pengeluaran yang dinilai tidak mendesak.

    Kebijakan tersebut disampaikan Andi Harun dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama seluruh perangkat daerah di GOR Segiri, Kamis, 39 Oktober 2026. Rakor itu dihadiri jajaran pejabat perangkat daerah, mulai dari sekretaris, kepala bidang, hingga perwakilan kepala sekolah se-Kota Samarinda.

    Salah satu langkah yang menjadi sorotan adalah keputusan meniadakan alokasi anggaran pengadaan pakaian kepala daerah. Andi Harun menilai, pengeluaran tersebut tidak perlu diprioritaskan selama pakaian dinas yang tersedia masih layak digunakan.

    “Saya sudah minta kepada Sekda, nolkan. Karena kita masih bisa pakai baju dinas yang lama,” tegasnya.

    Kebijakan serupa juga diterapkan terhadap belanja konsumsi di lingkungan Balai Kota Samarinda. Jamuan makan dan makanan ringan untuk rapat internal tidak lagi menjadi kebiasaan yang dibiayai APBD. Konsumsi hanya disediakan untuk kebutuhan tertentu, terutama ketika menerima tamu dari luar.

    “Rapat internal tidak ada lagi pakai snack, tidak ada makan, kecuali ada tamu-tamu dari luar. Kalau kegiatan sehari-hari di internal, tidak ada lagi konsumsi, kecuali air putih,” ujarnya.

    Bagi Andi Harun, efisiensi anggaran tidak cukup berhenti pada instruksi atau pemangkasan angka dalam dokumen perencanaan. Penghematan harus terlihat dalam perubahan perilaku belanja seluruh jajaran pemerintahan.

    Menurutnya, tidak masuk akal apabila pemerintah menyerukan efisiensi, tetapi kebiasaan mengeluarkan anggaran untuk kebutuhan yang tidak mendesak tetap dipertahankan.

    “Selain itu juga pengetatan akan menyasar belanja modal, proyek-proyek baru, perjalanan dinas, alat tulis kantor (ATK), konsumsi, kegiatan seremonial, serta berbagai belanja operasional nonprioritas lainnya. Sejumlah pengeluaran bahkan telah diminta untuk dihentikan, dengan pengawasan dan evaluasi yang diperketat,” ujarnya.

    Meski demikian, Pemkot Samarinda memastikan belanja wajib dan mengikat tetap menjadi perhatian. Sektor pendidikan dan kesehatan, khususnya kebutuhan operasionalnya, ditegaskan harus tetap dilindungi dalam pembiayaan daerah.

    Langkah ini diambil karena Pemkot Samarinda masih harus memperhitungkan beban kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga yang perlu dianggarkan kembali dalam APBD 2027. Kondisi tersebut menuntut pemerintah lebih selektif dalam menentukan program dan kegiatan yang layak dibiayai. (ADV)

     

    Andi Harun Efisiensi Anggaran Pemkot Samarinda Wali Kota Samarinda
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Sinta

    Related Posts

    Pantau Pembangunan di Lima RT, Kelurahan Air Hitam Tekankan Kualitas Sarpras Probebaya

    Oktober 30, 2026

    Pemkot Batasi Belanja APBD 2027, Samarinda Prioritaskan Kebutuhan Wajib

    Oktober 30, 2026

    Samarinda Klaim Terdampak Rp209 Miliar, Andi Harun Minta Kebijakan Pajak Provinsi Ditinjau

    Oktober 30, 2026

    Tingkatkan Edukasi Kesehatan Warga, Kelurahan Selili Dorong Peran Aktif Kader Posyandu

    Oktober 29, 2026

    Penataan SOTK Pemkot Samarinda Ditargetkan Tuntas Akhir 2026

    Oktober 29, 2026

    Pemantauan Udara Samarinda Masih Terbatas, DLH Andalkan Stasiun Labkesda Kaltim

    Oktober 29, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Pantau Pembangunan di Lima RT, Kelurahan Air Hitam Tekankan Kualitas Sarpras Probebaya

    SintaOktober 30, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Kualitas infrastruktur lingkungan menjadi salah satu penunjang kenyamanan warga dalam menjalani aktivitas…

    Pemkot Batasi Belanja APBD 2027, Samarinda Prioritaskan Kebutuhan Wajib

    Oktober 30, 2026

    Samarinda Klaim Terdampak Rp209 Miliar, Andi Harun Minta Kebijakan Pajak Provinsi Ditinjau

    Oktober 30, 2026

    Samarinda Rem Belanja Birokrasi, Anggaran Baju Dinas Wali Kota hingga Konsumsi Rapat Dihentikan

    Oktober 30, 2026

    Empat Bulan Listrik Samarinda Padam Bergilir, PLN Belum Bisa Jelaskan Penyebabnya

    Oktober 29, 2026
    1 2 3 … 3,415 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.